Skip to main content
Iklan

Indonesia

Pasca ledakan banyak siswa SMAN 72 minta pindah sekolah, 10 korban masih dirawat

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut tidak sedikit siswa yang mengalami gangguan psikologis.

 

Pasca ledakan banyak siswa SMAN 72 minta pindah sekolah, 10 korban masih dirawat
Siswa yang terluka dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta setelah ledakan terjadi saat salat Jumat di masjid SMAN 72 pada 7 November 2025. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
17 Nov 2025 10:15AM (Diperbarui: 19 Nov 2025 09:20AM)

JAKARTA: Banyak siswa menyatakan keinginan untuk pindah ke sekolah lain setelah insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, pada 7 November lalu.

“Dampaknya di luar dugaan saya, banyak siswa yang kemudian minta pindah sekolah,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono, dikutip dari Antara, Minggu (16/11).

Sebanyak 96 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, dan 10 di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Pramono mengatakan telah bertemu dengan Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta untuk membahas langkah pemulihan situasi sekolah dan memastikan kegiatan belajar tetap berjalan.

“Hari Senin (17/11) kami akan mengundang para orang tua murid dan guru untuk diberikan pilihan, apakah mereka akan sekolah tatap muka atau masih daring,” jelasnya.

SEKOLAH DIDORONG KEMBALI KE TATAP MUKA

Gubernur Pramono berharap pembelajaran tatap muka (PTM) bisa segera kembali diterapkan di SMAN 72 Jakarta mulai pekan depan.

Menurutnya, sebagian besar siswa sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk kembali belajar di sekolah secara langsung.

“Saat ini kegiatan pembelajaran masih berlangsung secara daring. Kami sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan, dan keputusan kami serahkan ke sekolah dan siswa. Yang mau daring boleh, yang mau langsung juga boleh,” katanya.

Pramono menegaskan bahwa keinginan siswa untuk segera kembali ke kelas menunjukkan semangat mereka untuk membuktikan bahwa sekolah sudah aman dan kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto melaporkan jumlah korban ledakan yang masih dirawat di rumah sakit terus berkurang.

“Pasien rawat inap per hari ini ada 10 orang,” ujarnya kepada detikNews, Senin (17/11).

Budi menguraikan, 10 korban tersebut dirawat di empat rumah sakit — lima di RS Islam Cempaka Putih, tiga di RS Yarsi, satu di RSCM, dan satu di RS Polri.

Termasuk di antaranya pelaku ledakan berinisial F yang kini telah dipindahkan dari ruang ICU ke kamar rawat inap di RS Polri.

Penyidik akan berkoordinasi dengan tim dokter, Balai Pemasyarakatan (Bapas), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan APSIFOR (Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia) sebelum melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan