Skip to main content
Iklan

Indonesia

Order online besok terancam lumpuh, 2.500 driver ojol dan kurir demo besar-besaran

Para pengemudi ojol menilai perusahaan aplikasi terlalu berfokus pada perang tarif.

Order online besok terancam lumpuh, 2.500 driver ojol dan kurir demo besar-besaran
Seorang pengemudi Go-Jek mengendarai sepeda motor di jalanan Jakarta, Indonesia, pada 15 Desember 2017. (Reuters/Beawiharta)

JAKARTA: Sekitar 2.500 pengemudi ojek online (ojol) dan kurir akan menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (29/8) di depan kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Mereka juga berencana untuk melakukan off bid, atau tidak menerima pesanan, yang dapat menyebabkan kesulitan bagi pengguna aplikasi dalam mendapatkan layanan pengemudi atau kurir.

"Estimasi sekitar 2.500 simpatisan akan turut serta dalam aksi ini. Kemungkinan juga ada peserta yang datang dari luar Jabodetabek," ucap Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO), Taha Syafariel, kepada Katadata.co.id, Rabu (28/8).

Aksi demo ini dipicu oleh tekanan yang dirasakan para mitra dari perusahaan aplikasi seperti Gojek, Grab, ShopeeFood, Maxim, dan inDrive.

Para pengemudi ojol merasa bahwa perusahaan aplikasi tidak mampu memenuhi keadilan dan kesejahteraan bagi mereka sebagai mitra.

Mereka melayangkan keluhan terkait dengan regulasi pengiriman makanan dan barang.

Para pengemudi ojol menilai bahwa program yang dibuat oleh aplikator terlalu berfokus pada perang tarif.

Akibatnya, pengemudi harus mengikuti tarif yang semakin rendah.

"Tarif ini sudah berada di bawah ambang batas kelayakan dan biaya operasional kendaraan," kritik Ariel.

Salah satu tuntutan utama yang akan disampaikan oleh para pengemudi ojol besok adalah terkait status hukum ojek online.

Mereka mendesak adanya undang-undang (UU) yang mengatur layanan ojek online.

"Dengan tidak adanya dasar hukum yang jelas bagi para pengemudi ojol, perusahaan aplikasi dapat bertindak sewenang-wenang tanpa sanksi tegas dari pemerintah," ujar Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono.

Igun menekankan bahwa Garda mendukung aksi damai ini tanpa adanya pemaksaan untuk melakukan off bid.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan