Orang tua pelaku kembalikan jam tangan Rp11,7 Miliar Richard Mille milik Ahmad Sahroni
Ibu dari pelaku bahkan berseloroh soal bagaimana cara memakai barang mewah itu.
JAKARTA: Jam tangan mewah milik anggota DPR RI nonaktif dari Fraksi Nasdem, Ahmad Sahroni, yang dijarah saat rumahnya digeruduk massa di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dikembalikan secara sukarela.
Arloji Richard Mille RM 40-01 McLaren Speedtail edisi terbatas dengan estimasi nilai mencapai Rp11,7 miliar itu sebelumnya hilang saat kediaman Sahroni di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, diserbu massa pada Sabtu (30/8) sekitar pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, pengembalian jam dilakukan oleh seorang ibu yang mewakili anaknya berusia 14 tahun, didampingi Ketua RT dan RW setempat.
Penyerahan berlangsung di Kelurahan Kebon Bawang pada Minggu (31/8) pukul 17.00 WIB.
“Saya sudah bilang sama dia, Kak, ini jam bukan hak kita. Bapaknya juga sudah ngomong, kita pulangkan ya,” ujar sang ibu dalam rekaman tersebut.
Ibu dari pelaku bahkan berseloroh soal bagaimana cara memakai barang mewah itu. “Saya pegangin saja. Namanya kita orang susah ya, Pak,” katanya.
Ketua RW 06 Kebon Bawang, Sugeng, mengonfirmasi pengembalian barang tersebut.
“Sudah (dikembalikan). RT-RW sebagai saksi saja. Dari orangtuanya, langsung diserahkan kepada pihak Pak Sahroni, dalam hal ini Bapak Imanuddin,” bebernya dikutip Kompas.com, Senin (1/9).
Sugeng menambahkan dirinya turut menandatangani surat penyerahan barang. “Ada surat penyerahannya juga. Laporannya datang dari orangtua pelaku ke saya. Setelah itu saya hubungi pihak Sahroni,” katanya.
Ia menyebut pelaku merupakan warga Kebon Bawang.
“Saya temui RT-nya juga, lihat barangnya ada. Kemudian orangtuanya kita bawa ke kantor kelurahan,” tambahnya.
Meski begitu, Sugeng mengaku tidak mengetahui apakah ada barang lain milik Sahroni yang ikut dikembalikan selain jam tangan tersebut.
Nama Ahmad Sahroni sebelumnya menjadi sorotan publik usai komentarnya terkait kisruh kenaikan tunjangan DPR RI. Ia menilai desakan masyarakat untuk membubarkan DPR adalah hal keliru.
“Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia,” kata Sahroni saat kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara pada 22 Agustus.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.