Skip to main content
Iklan

Indonesia

Nomor lima tertinggi di dunia, kenaikan penderita diabetes ancam Indonesia Emas 2045

Hampir sepertiga masyarakat Indonesia mengonsumsi gula, garam, dan lemak melebihi batas yang direkomendasikan.

Nomor lima tertinggi di dunia, kenaikan penderita diabetes ancam Indonesia Emas 2045
Ilustrasi gula darah diabetes (iStock)

JAKARTA: Indonesia menempati peringkat kelima dunia sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi.

Berdasarkan data Federasi Diabetes Internasional (IDF), angka penderita diabetes di Indonesia mencapai 19,5 juta orang.

Angka ini diperkirakan akan melonjak tajam menjadi 28,6 juta pada tahun 2045.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa sebagian besar kasus diabetes belum terdiagnosis atau tidak terkontrol dengan baik. 

Prediksi ini menunjukkan bahwa penanganan diabetes perlu menjadi prioritas, ia menyampaikan kepada detikHealth pada Selasa (21/11)

Kementerian Kesehatan juga mencatat prevalensi diabetes melitus di Indonesia meningkat signifikan, dari 5,7 persen pada tahun 2007 menjadi 11,7 persen pada tahun 2023, berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

Namun, yang mencemaskan, hanya satu dari empat hingga lima orang penderita yang mengetahui kondisi mereka, dan lebih sedikit lagi yang mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.

dr. Siti Nadia memperingatkan bahwa peningkatan kasus diabetes ini dapat menghambat cita-cita Indonesia menjadi negara maju.

"Bonus demografi yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi justru bisa menjadi beban jika masalah kesehatan, termasuk diabetes, tidak segera diatasi," katanya.

Diabetes dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, kurang aktivitas fisik, rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan.

"Hampir sepertiga masyarakat Indonesia mengonsumsi gula, garam, dan lemak melebihi batas yang dianjurkan," jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Kementerian Kesehatan berencana meluncurkan program skrining kesehatan pada hari ulang tahun tahun depan.

Program ini akan memeriksa kesehatan individu setiap kali berulang tahun, termasuk mendeteksi diabetes tipe 1 dan tipe 2 pada anak-anak di sekolah dasar.

Tri Juli Edy Tarigan dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia menyarankan pola hidup sehat sebagai kunci pencegahan diabetes.

Ia merekomendasikan pola makan yang teratur, aktivitas fisik seperti berjalan 6.000 hingga 10.000 langkah per hari, tidur yang cukup, dan menjaga diri dari stres.

Selain itu, ia menekankan pentingnya fasilitas umum yang mendukung aktivitas fisik masyarakat misal untuk lebih banyak berjalan kaki.

“Ini yang dilakukan di negara-negara maju, penduduknya tanpa terasa mereka sama-sama melakukan pencegahan obesitas, sama-sama melakukan pencegahan prediabetes, sama-sama melakukan pencegahan diabetes tipe 2 karena rekayasa sosial yang diciptakan oleh regulator,” ucapnya dilansir dari VOA Indonesia.

📢 Kuis CNA Memahami Asia sudah memasuki putaran pertama, eksklusif di saluran WhatsApp CNA Indonesia. Ayo uji wawasanmu dan raih hadiah menariknya!

Jangan lupa, terus pantau saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk mendapatkan tautan kuisnya 👀

🔗 Cek info selengkapnya di sini: https://cna.asia/4dHRT3V

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan