Skip to main content
Iklan

Indonesia

Masuki bulan puasa, MUI haramkan beli kurma Israel

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan pemboikotan kurma Israel sebagai bentuk tekanan agar Israel menghentikan agresi terhadap Palestina.

Masuki bulan puasa, MUI haramkan beli kurma Israel
Seorang penjual mengatur kurma saat menjualnya dari sebuah warung, di tengah penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19), di Karachi, Pakistan, 22 April 2020. (Reuters)

JAKARTA: Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau seluruh umat Islam di Indonesia untuk tidak menggunakan produk Israel, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadhan, termasuk kurma produksi Israel.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Internasional Sudarmoto menekankan bahwa kurma Israel bersifat haram.

"Dilarang untuk menjual produk-produk Israel termasuk kurma. Kurma sebenarnya makanan yang halal dan enak, saya pun pecinta kurma. Namun, karena uang hasil penjualan tersebut digunakan untuk membunuh warga Palestina, maka menjadi haram," ucap Sudarmoto di kantor MUI, Jakarta, Minggu (10/3/2024) dikutip Detiknews

Peringatan ini telah diatur dalam Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Palestina.

"Produk-produk Israel bermacam-macam, mulai dari makanan, minuman, dan lain-lain. Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya di media, termasuk kurma. Jika ada kurma dari Israel, hendaknya tidak dibeli," tambah Sudarmoto.

Dia menegaskan pemboikotan tersebut merupakan salah satu bentuk tekanan yang dapat dilakukan terhadap Israel. Dengan memboikot produk-produknya, diharapkan dapat melemahkan kekuatan Israel dan mendorong mereka untuk menghentikan agresi terhadap Palestina.

Dalam konteks ini, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad juga mendukung keputusan MUI untuk mengharamkan kurma Israel. Menurut Dadang, ini adalah salah satu sanksi yang bisa diberlakukan sebagai tanggapan terhadap kekejaman Israel di Gaza, Palestina.

"Memboikot produk Israel merupakan salah satu bentuk sanksi yang bisa kita lakukan," ujar Dadang pada hari yang sama kepada CNN Indonesia.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan