Ketua MPR Bambang Soesatyo undang Singapura investasi di IKN
Singapura adalah investor terbesar di Indonesia selama 13 tahun terakhir kecuali pada tahun 2013.
JAKARTA: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengundang Singapura untuk berinvestasi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), ketika bertemu dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng di Jakarta pada Jumat (1 Maret)
Soesatyo memastikan Indonesia tetap aman dan damai setelah pemilu pada 14 Februari. Investor dari Singapura dan negara lain tambahnya tidak perlu khawatir untuk berinvestasi di tanah air.
"Pembiayaan untuk pembangunan ibu kota baru berasal dari anggaran belanja negara, Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi swasta," katanya dalam pernyataan resmi dari MPR dikutip oleh Antara.
Soesatyo menyatakan hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura telah terjalin dengan baik, positif, dan konstruktif.
Politisi berusia 61 tahun itu menekankan Singapura adalah mitra perdagangan terbesar dan paling strategis bagi Indonesia di Asia Tenggara.
Bamsoet, nama panggilan akrabnya, menyoroti selama periode dari 2010 hingga 2023, kecuali tahun 2013, Singapura menjadi investor terbesar Indonesia.
Mengutip data dari Kementerian Investasi, politisi Partai Golkar ini mencatat nilai investasi Singapura di Indonesia telah menyentuh US$15,4 miliar, lebih tinggi dari investasi China sebesar US$7,4 miliar.
Bamsoet melanjutkan investasi Singapura tersebar di sektor transportasi, pergudangan, telekomunikasi, pertanian, makanan, dan pertambangan, serta industri mineral non-logam.
Investasi Singapura terbentang mulai dari Kepulauan Riau, Jakarta, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Utara, hingga Kalimantan Tengah.
Bamsoet menyebut peluang Singapura untuk berinvestasi dalam proyek ibu kota baru di Kalimantan Timur masih sangat terbuka.
Dia mengatakan bahwa hingga tahun 2024, penggunaan anggaran negara untuk pembangunan Nusantara direncanakan mencapai Rp75,4 triliun atau 16,1 persen dari total anggaran.
Sejauh ini, 23 investor telah berinvestasi dan mengerjakan proyek di Nusantara, dengan total nilai investasi sebesar Rp41 triliun.