Menu Makan Bergizi Gratis semakin jelas, apa saja bocorannya buat tiap daerah?
Tidak semua provinsi akan menjadikan nasi sebagai sumber utama karbohidrat.
JAKARTA: Menu Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah mulai memiliki kejelasan.
Orang dekat Presiden Prabowo Subianto yang juga Mantan Direksi ID Food, Dirgayuza Setiawan, mengungkapkan bahwa Badan Pangan Nasional telah menyelesaikan studi untuk merancang menu tersebut, yang rencananya akan efektif diberlakukan mulai 2 Januari 2025.
Dalam rancangan program unggulan Presiden Prabowo ini, Indonesia akan dibagi menjadi 11 wilayah berdasarkan sumber bahan pangan utama yang diproduksi di masing-masing daerah.
Salah satu temuan penting dari studi tersebut adalah bahwa tidak semua provinsi menjadikan nasi sebagai sumber utama karbohidrat.
Oleh karena itu, tim penyusun menu Makan Bergizi Gratis merancang menu yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan pangan di setiap daerah.
"Ada tantangan besar di setiap wilayah untuk menyediakan pangan sesuai kebutuhan masyarakat setempat," ujar Dirgayuza yang juga penulis buku Pangan Indonesia kepada Bisnis, Selasa (3/12),
Salah satu langkah yang disarankan adalah mengurangi konsumsi bahan pangan yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, seperti gula.
Sebaliknya, untuk bahan pangan yang sangat diperlukan, seperti daging, pemerintah diimbau meningkatkan produksi.
Sebagai ilustrasi, Indonesia saat ini menghadapi kekurangan daging. Menurut Dirgayuza, diperlukan investasi sebesar Rp100 triliun untuk meningkatkan produksi daging, baik dengan mendatangkan sapi baru maupun dengan berinvestasi pada produktivitas ternak sapi yang sudah ada.
USULAN MENU MAKAN BERGIZI GRATIS
Area 1: Mayoritas Sumatra
Karbohidrat: Nasi
Lauk: Daging ayam, tahu
Buah: papaya, manggis
Sayur: kangkung
Area 2: Mentawai
Karbohidrat: Sagu, talas
Lauk: udang, ikan
Buah: pisang, nangka, durian
Sayur: daun papaya
Area 3: Riau dan Bangka Belitung
Karbohidrat: Sagu
Lauk: udang, ikan
Buah: papaya, durian, nanas
Sayur: kangkung, timun, terong
Area 4: Kalimantan
Karbohidrat: Talas, singkong
Lauk: ikan, daging sapi
Buah: pisang, rambutan, jeruk
Sayur: wortel, kangkung, sawi hijau
Area 5: Banten dan Jawa tengah
Karbohidrat: Nasi, jagung
Lauk: daging ayam
Buah: papaya, jeruk
Sayur: labu, buncis
Area 6: Yogyakarta dan Jatim
Karbohidrat: Nasi, jagung, singkong
Lauk: udang, ikan, telur, daging
Buah: manga, alpukat, buah naga
Sayur: kol, kacang panjang, wortel
Area 7: Bali
Karbohidrat: Nasi
Lauk: ikan, tahu
Buah: salak, jeruk, pisang, mangga
Sayur: kangkung, sawi hijau, kacang hijau
Area 8: NTB dan NTT
Karbohidrat: Jagung, sorgum
Lauk: daging sapi
Buah: jeruk, pisang, pepaya
Sayur: daun kelor, terong, papaya
Area 9: Sulawesi
Karbohidrat: Jagung, sorgum
Lauk: daging sapi
Buah: jeruk, pisang, pepaya
Sayur: daun kelor, terong, papaya
Area 10: Maluku
Karbohidrat: Sagu, jagung, singkong
Lauk: ikan, daging sapi
Buah: pisang, mangga, jeruk, pepaya
Sayur: pare, terong, kangkung
Area 11: Papua
Karbohidrat: Sagu, singkong, ubi jalar
Lauk: ikan, daging sapi, kacang-kacangan
Buah: Matoa, alpukat, jambu biji, duku, mangga
Sayur: buncis, kembang papaya
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.