Skip to main content
Iklan

Indonesia

Menteri Bahlil lulus Doktor Cum Laude dalam 20 bulan, ini penjelasan Universitas Indonesia

Bahlil mempresentasikan disertasi berjudul Kebijakan, Kelembagaan, Tata Kelola, dan Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia.

Menteri Bahlil lulus Doktor Cum Laude dalam 20 bulan, ini penjelasan Universitas Indonesia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Facebooj/Bahlil Lahadalia)

JAKARTA: Universitas Indonesia (UI) angkat bicara terkait masa studi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang relatif singkat yaitu hanya 1 tahun 8 bulan untuk menyelesaikan program studi S3nya.

Kampus berjaket kuning itu menegaskan bahwa Bahlil telah menjalani program doktor di Kajian Stratejik dan Global dengan mengikuti seluruh prosedur yang berlaku.

Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI, Amelita Lusia, dikutip Kompas.com, menjelaskan, Rabu (16/10), bahwa menteri berusia 48 tahun itu terdaftar sebagai mahasiswa program doktor melalui jalur riset sejak semester dua tahun akademik 2022/2023 hingga semester satu tahun akademik 2024/2025.

Amelita melanjutkan bahwa masa studi Bahlil telah sesuai dengan Peraturan Rektor UI Nomor 016 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Program Doktor di UI yang mengatur program doktoral dirancang untuk diselesaikan dalam enam semester, dengan waktu tempuh minimal empat semester dan maksimal sepuluh semester.

Terpisah, Athor Subroto, salah satu Ko-Promotor dalam sidang terbuka doktoral Bahlil, menjelaskan bahwa Bahlil telah menyelesaikan studinya dalam waktu dua tahun atau empat semester.

Ia mengatakan bahwa program doktor di UI memiliki dua jalur, yakni jalur riset dan jalur perkuliahan.

Lebih jauh, dia mengungkapkan bahwa lulus program doktor dalam waktu dua tahun bukan hal mustahil, asalkan mahasiswa tekun dan disiplin.

"Mahasiswa di jalur riset memang terlihat jarang mengikuti perkuliahan karena mereka langsung menjalani bimbingan," tambahnya.

Athor memuji aktivitas akademik Bahlil, yang tetap produktif meski menjabat sebagai menteri.

Ia menyebut Ketua Umum Partai Golkar itu selalu cepat merespons revisi yang diberikan.

"Tidak ada perlakuan istimewa untuk Bahlil meskipun ia seorang menteri. Kalau dia disiplin, cepat selesai. Kalau tidak, ya bisa molor," ujarnya.

Adapun Bahlil dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang digelar pada Rabu (16/10).

Ketua sidang, Prof. Dr. I Ketut Surajaya, S.S., M.A., dilansir dari CNBC Indonesia menyatakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi, tim penguji sepakat memberikan gelar doktor kepada Bahlil.

"Berdasarkan penilaian tim penguji, Saudara Bahlil Lahadalia dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam Program Studi Kajian Stratejik dan Global dengan yudisium Cumlaude.”

Dalam sidang tersebut, Bahlil mempresentasikan disertasi berjudul Kebijakan, Kelembagaan, Tata Kelola, dan Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia.

Ia memaparkan bahwa kebijakan hilirisasi yang dijalankan pemerintah saat ini telah membawa dampak positif.

Namun, Bahlil juga menyoroti perlunya perbaikan dalam beberapa aspek, seperti Dana Bagi Hasil (DBH), yang dianggap masih belum sepenuhnya adil bagi daerah penghasil.

Kuis CNA Memahami Asia eksklusif di saluran WhatsApp CNA Indonesia putaran pertama sudah dimulai! 

Ayo uji wawasanmu dan raih hadiahnya, ikuti kuisnya di sini: https://cna.asia/482mVCl

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan