Sri Mulyani: Pertumbuhan stabil 5% bisa tercapai meski di tengah gejolak perang dagang
Bangunan-bangunan di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) di Jakarta, Indonesia, 2 Agustus 2024. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana/Foto arsip)
JAKARTA: Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini kemungkinan akan tetap berada di kisaran 5% meskipun ada ketegangan perdagangan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pada Kamis (24/4), sambil menekankan bahwa delegasi pemerintah masih merundingkan persyaratan dengan Washington untuk mencoba menghindari tarif tinggi.
Prospek menteri tersebut kira-kira sama dengan laju pertumbuhan tahun lalu sebesar 5,03%. Target pemerintah adalah 5,2% tahun ini dan Presiden Prabowo Subianto telah berjanji untuk meningkatkan pertumbuhan menjadi 8% pada 2029.
Dalam prospek ekonomi dunia terbarunya, IMF menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2025 menjadi 4,7% dari 5,1%.
Pernyataan Sri Mulyani Indrawati disampaikan dalam konferensi pers daring Dewan Stabilitas Keuangan Indonesia yang beranggotakan Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Kepala Otoritas Jasa Keuangan, dan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan.
Menteri dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berada di Washington untuk menghadiri pertemuan IMF-Bank Dunia.
Delegasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga berada di ibu kota AS untuk mencoba menyelesaikan pembicaraan perdagangan dalam waktu 60 hari sejak pertemuannya pada 17 April dengan pejabat AS termasuk Perwakilan Dagang AS.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia telah menawarkan untuk membeli lebih banyak produk Amerika, seperti gas minyak cair dan gandum, serta memangkas hambatan nontarifnya sendiri sehingga Amerika Serikat tidak akan mengenakan tarif 32% pada ekspor Indonesia, yang meliputi elektronik, pakaian jadi, dan alas kaki.
"Pemerintah akan secara aktif melakukan mitigasi dini, termasuk berkomunikasi dengan pemerintah AS dan, seperti yang diinstruksikan oleh presiden, akan melanjutkan upaya deregulasi untuk mengurangi hambatan perdagangan," kata Sri Mulyani.
"Upaya juga akan terus dilakukan untuk melindungi permintaan domestik," imbuhnya.
Pasar keuangan Indonesia telah dilanda arus keluar modal sejak pengumuman tarif tinggi oleh Presiden Donald Trump pada awal April. Sri Mulyani mengatakan pergerakan rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan stabil.
MEMULAI NEGOSIASI TEKNIS
Dalam pernyataan terpisah, Menteri Airlangga mengatakan timnya telah secara resmi memulai negosiasi teknis dengan mitra AS untuk kesepakatan kerangka kerja mengenai tarif dan akan segera membahas topik-topik seperti akses pasar dan estimasi tarif nasional.
"USTR (Perwakilan Dagang AS) telah menekankan pentingnya paket akhir untuk dipertimbangkan Presiden Trump sebagai pembuat keputusan akhir," kata kementerian ekonomi Indonesia.
Sri Mulyani mengatakan dia dijadwalkan bertemu dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent akhir minggu ini.
Dia telah bertemu dengan menteri keuangan China Lan Foan di sela-sela pertemuan IMF-Bank Dunia, di mana mereka sepakat untuk memperkuat hubungan, kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani sebelumnya memperkirakan bahwa jika Amerika Serikat mempertahankan tarif 32% yang direncanakan untuk Indonesia, hal itu dapat mengurangi potensi pertumbuhan sebesar 0,3 hingga 0,5, membuka tab baru poin persentase.
Ekspor Indonesia ke AS hanya mencapai sekitar 2% dari produk domestik bruto, kata pemerintah, tetapi dampak dari perang dagang dapat lebih merugikan ekonominya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.