Skip to main content
Iklan

Indonesia

Menkes BGS sentil ASN berperut buncit, ajak lari bersama

Seseorang dikategorikan mengalami obesitas sentral bila lingkar perut melebihi 80 cm untuk wanita dan 90 cm untuk pria.

Menkes BGS sentil ASN berperut buncit, ajak lari bersama
Ilustrasi perut buncit (iStock)

JAKARTA: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) menyoroti banyaknya aparatur sipil negara (ASN) berperut buncit dan meminta mereka memperbaiki pola hidup dengan rutin berolahraga serta menjaga asupan makanan.

“Mesti Cek Kesehatan Gratis nomor satu. Kalau ada hasil yang merah atau kuning, makannya dijaga, tidurnya cukup, jangan malas gerak,” saran BGS di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Rabu (12/11), diwartakan detikHealth.

Ia menyebut gaya hidup tidak aktif menjadi salah satu penyebab obesitas di kalangan usia produktif, termasuk ASN. Kurangnya aktivitas fisik atau gaya hidup sedentari dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

Seseorang dikategorikan mengalami obesitas sentral bila lingkar perut melebihi 80 cm untuk wanita dan 90 cm untuk pria.

“Ternyata banyak yang dewasa, usia produktif, malas gerak, dan akhirnya obesitas. Banyak yang obesitas itu bisa kena darah tinggi dan gula darah tinggi,” tekannya.

ASN DIAJAK LARI BARENG

Menkes berkelakar bahwa ASN Kementerian Kesehatan yang terlihat buncit akan diajak lari bersama.

“Kami bertiga (Wamenkes Dante dan Wamenkes Benyamin) enggak ada yang kelihatan obesitas ya,” ujarnya sambil tertawa.

“Nanti yang buncit diajak lari bareng Wamennya. Wamennya kurus-kurus, jadi bisa jadi contoh,” imbuhnya.

Lebih lanjut, BGS menegaskan bahwa fokus utama pembangunan kesehatan nasional bukan hanya mengobati orang sakit, tetapi menjaga agar masyarakat tetap sehat.

“Dari 280 juta rakyat kita, yang sehat mungkin lebih dari 240 hingga 250 juta. Nah, itu yang harus dijaga jangan sampai sakit. Kadang kita lupa, yang diurus malah yang sakitnya."

Ia menekankan bahwa paradigma pembangunan kesehatan kini diarahkan pada pencegahan dan promotif, bukan hanya kuratif.

“Kalau sudah sakit, kan enggak produktif, enggak bisa kerja, biayanya mahal. Karena itu, yang sehat harus dijaga supaya tetap sehat,” ucapnya.

Menteri berusia 61 tahun itu menggarisbawahi pola hidup sehat sebenarnya mudah dilakukan.

“Makannya diatur, tidurnya diatur, pikirannya positif, dan jangan berhenti bergerak atau olahraga,” pungkasnya.

Spesialis ortopedi dr Langga Sintong, SpOT(K) dari Siloam Hospitals Mampang juga memberikan saran bagi ASN atau masyarakat dengan perut buncit agar memulai dengan olahraga ringan.

“Sebaiknya lakukan latihan low impact untuk kardio, seperti bersepeda dan berenang. Latihan otot juga penting untuk menaikkan massa otot agar membantu membakar kalori,” jelas dr Langga.

Ia menambahkan, olahraga lari tetap boleh dilakukan asalkan disesuaikan dengan kondisi tubuh.

“Bisa mulai dari jalan kaki atau olahraga ringan. Tapi kalau sudah terbiasa, boleh lanjut ke olahraga lari,” tandasnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan