Skip to main content
Iklan

Indonesia

Menkes BGS sebut gaji Rp15 juta lebih pintar dan sehat dari Rp5 juta, DPR minta lebih hati-hati ngomong

Pemerintah menargetkan peningkatan pendapatan warga dari kisaran Rp5 juta ke Rp15 juta supaya bisa setara dengan negara-negara maju

Menkes BGS sebut gaji Rp15 juta lebih pintar dan sehat dari Rp5 juta, DPR minta lebih hati-hati ngomong
Para pekerja menunggu kereta untuk pulang di sebuah stasiun di Jakarta, Indonesia. (Foto: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

JAKARTA: Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini menyentil Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) karena mengaitkan besaran gaji dengan tingkat kesehatan serta kecerdasan seseorang.

“Tidak otomatis orang bergaji Rp15 juta lebih sehat dan lebih pintar dibanding mereka yang bergaji Rp5 juta. Menkes semestinya berhati-hati agar ucapannya tidak menimbulkan keresahan,” terang Yahya kepada detikNews, Minggu (18/5).

Yahya memaparkan kenyataan di lapangan bahwa banyak pelaku usaha sukses berlatar pendidikan terbatas, sementara ada pula pengemudi ojek daring lulusan S2. Karena itu, ia menilai generalisasi Menkes tidak berdasar.

“Setiap pernyataan ke publik sebaiknya didukung data yang kuat,” imbuh politikus Golkar tersebut.

ASAL USUL POLEMIK MENKES

Kontroversi bermula dari pernyataan BGS dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu. Ia menyebut gaji Rp 15 juta per bulan sebagai penanda individu yang “lebih sehat dan lebih pintar” serta indikator negara maju.

“Apa bedanya orang bergaji Rp15 juta dan Rp5 juta? Yang Rp15 juta pasti lebih sehat dan pintar,” kata Menkes

“Kalau tidak sehat sekaligus tidak pintar, mustahil gajinya Rp 15 juta,” imbuhnya.

Menkes menambahkan, pemerintah menargetkan peningkatan pendapatan warga dari kisaran Rp5 juta ke Rp15 juta supaya bisa setara dengan negara-negara maju melalui perbaikan layanan kesehatan dan kualitas pendidikan.

"Jadi gampang ngeceknya, ketika kita ada pertemuan alumni, tanya siapa yang gajinya di atas Rp15 juta. Kalau masih banyak yang di bawah Rp15 juta, nah itu artinya kita belum negara maju," pungkas BGS.

Pernyataan gaji Rp 15 juta bukan kali pertama muncul. Pada 2024, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut nominal tersebut cukup untuk hidup layak di ibu kota.

Badan Pusat Statistik (BPS) bahkan mencatat biaya hidup di Jakarta mencapai Rp14,9 juta per bulan, tertinggi di Indonesia. Bekasi dan Surabaya menyusul di posisi kedua dan ketiga.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan