Menag Nasaruddin ingin turunkan biaya haji, berapa kira-kira tahun 2025?
Jemaah akan menanggung 70 persen dari biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH)
JAKARTA: Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan rata-rata biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) untuk jamaah Indonesia untuk tahun 2025 sebesar Rp93.389.684,99 atau Rp93,3 juta.
Usulan ini sedikit lebih rendah dibandingkan BPIH tahun lalu yang mencapai Rp93,4 juta.
Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar awal pekan ini dikutip Bisnis, biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) atau komponen yang harus dibayar langsung oleh jamaah adalah sebesar Rp65,3 juta, atau 70 persen dari total BPIH.
Sisa 30 persen akan ditanggung oleh nilai manfaat yang berasal dari dana optimalisasi pemerintah, sebesar Rp28 juta.
Biaya Bipih ini mencakup:
- Tiket penerbangan dari embarkasi Indonesia ke Arab Saudi: Rp34 juta
- Akomodasi di Makkah: Rp15 juta
- Akomodasi di Madinah: Rp4,49 juta
- Biaya hidup (living cost): Rp3,2 juta
- Layanan masyair: Termasuk fasilitas di Arafah, Mina, dan Madinah
Nilai manfaat akan digunakan untuk membiayai berbagai komponen pelayanan, seperti akomodasi, konsumsi, transportasi, perlindungan keimigrasian, premi asuransi, serta pembinaan jamaah baik di Indonesia maupun di Arab Saudi.
Rancangan BPIH ini didasarkan pada asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp16.000, serta kurs riyal Saudi (SAR) sebesar Rp4.266,67 per 1 SAR.
Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i menyatakan bahwa pemerintah masih berupaya mencari peluang untuk menurunkan biaya haji.
Kajian terbaru menunjukkan kemungkinan biaya haji bisa ditekan hingga Rp85 juta.
"Insya Allah, kami terus mengupayakan penghematan, termasuk dengan menurunkan harga avtur penerbangan haji," ujarnya kepada Kompas.com.
Penerbangan haji menyumbang sekitar 30 persen dari total biaya penyelenggaraan ibadah haji.
Jika harga avtur berhasil diturunkan, hal ini akan berdampak signifikan pada pengurangan biaya transportasi udara.
Kuota haji Indonesia sendiri untuk tahun 2025 tetap sama seperti tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 221.000 jamaah.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.