Skip to main content
Iklan

Indonesia

MBG tetap dibagikan saat Ramadan, menu tahan 12 jam untuk siswa

Menu kering untuk berbuka puasa diprioritaskan seperti telur rebus, susu, roti, dan kurma.

MBG tetap dibagikan saat Ramadan, menu tahan 12 jam untuk siswa

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Januari 2026. (Facebook/Husnul Fitriana)

JAKARTA: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap disalurkan saat Ramadan, namun dengan menu berbeda bagi siswa yang berpuasa, seperti makanan kering yang bisa dikonsumsi saat berbuka.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan program MBG tetap berjalan selama bulan suci Ramadan tahun ini. Penyesuaian dilakukan menyesuaikan kondisi sekolah dan daerah masing-masing, terutama bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa.

“Jadi Ramadan akan berjalan, bagi sekolah-sekolah yang beragama Islam kan datang anaknya di sekolah berpuasa. Nanti waktu pulang diberikan makan dalam bentuk kering,” kata Zulkifli Hasan, dikutip Metro TV, akhir pekan lalu, di Makassar.

Ia menjelaskan, makanan kering dipilih agar dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat waktu berbuka puasa. Beberapa menu yang disiapkan antara lain telur rebus, susu, roti, dan kurma.

“Misalnya telur rebus kan kering ya, susu, roti, dan kurma. Jadi dalam bentuk kering,” jelasnya.

SKEMA BERBEDA DI DAERAH NON-MUSLIM

Zulkifli Hasan menambahkan, penyesuaian menu MBG hanya berlaku di daerah yang mayoritas penduduknya menjalankan ibadah puasa. Sementara di wilayah seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mayoritas tidak berpuasa, penyaluran MBG dilakukan tanpa perubahan skema.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana juga menegaskan bahwa MBG tetap disalurkan pada jam sekolah selama Ramadan. Para siswa dapat membawa pulang makanan tersebut untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

“Seperti tahun lalu, untuk daerah yang mayoritas berpuasa, makanan akan dibagikan pada saat jam sekolah. Ketika pulang, mereka membawa makanan itu,” kata Dadan, diwartakan Kompas.com beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, makanan yang dibagikan merupakan makanan siap santap dengan daya tahan hingga 12 jam, sehingga masih layak dikonsumsi saat berbuka.

“Makanannya yang siap santap dan tahan 12 jam, sehingga untuk yang puasa dikonsumsinya pada saat buka,” ucap Dadan.

Untuk pondok pesantren, penyaluran MBG tetap berjalan normal, namun waktu distribusi diatur mendekati waktu berbuka puasa. Sementara bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, mekanisme penyaluran tidak mengalami perubahan.

Dadan memastikan seluruh penerima manfaat tetap mendapatkan MBG meskipun terdapat perbedaan mekanisme selama Ramadan.

“Semua diutamakan, baik yang puasa maupun tidak puasa, hanya mekanismenya yang berbeda. Untuk daerah yang tidak puasa kan normal seperti hari biasa. Untuk daerah yang puasa, makanannya siap santap dibawa untuk dikonsumsi saat buka,” jelasnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan