Marak keracunan, pemerintah canangkan asuransi Makan Bergizi Gratis
Setidaknya 1.315 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan sejak program MBG diluncurkan pada Januari 2025.
JAKARTA: Menanggapi insiden keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa yang menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) berencana menyiapkan skema perlindungan asuransi.
“BGN saat ini tengah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mematangkan rencana penyediaan asuransi bagi para penerima manfaat program MBG,” ujar Kepala BGN, Dadan Hindayana, dikutip RRI, Senin (12/5).
BGN rencananya akan membentuk konsorsium asuransi untuk pengelolaan asuransi MBG.
“Konsorsium akan menetapkan layanan asuransi yang sesuai dalam bentuk konsorsium,” lanjut Dadan.
Skema perlindungan ini mencakup dua kelompok yaitu tenaga pelaksana lapangan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan para penerima manfaat program, yakni siswa-siswa di seluruh Indonesia.
Pembiayaan akan diambil dari dana operasional Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG), dan tidak akan mengurangi hak para pekerja atau relawan yang terlibat.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengonfirmasi bahwa Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) tengah menyusun proposal awal penyelenggaraan asuransi tersebut.
Proposal ini akan memuat skema perlindungan atas berbagai risiko, mulai dari penyediaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada siswa.
“Kami juga mengidentifikasi potensi risiko lain, seperti kecelakaan kerja yang dapat menimpa pihak-pihak pelaksana program MBG, termasuk para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan SPPG,” ujar Ogi.
Ia menambahkan bahwa besaran premi yang dirancang cukup terjangkau, agar pelaksanaan asuransi tidak membebani anggaran program.
Insiden keracunan yang memicu perhatian publik tercatat terjadi di berbagai wilayah, yaitu Tasikmalaya, Cianjur, Karanganyar, Kota Bogor, dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di Sumatera Selatan.
Sejak awal tahun 2025, berdasarkan laporan Tempo, setidaknya 1.315 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi santapan MBG
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.