Skip to main content
Iklan

Indonesia

Macet horor lebih dari 14 jam di jalur Puncak, 2 wisatawan meninggal dunia

Kemacetan disebabkan oleh libur long weekend Maulid Nabi Muhammad.

Macet horor lebih dari 14 jam di jalur Puncak, 2 wisatawan meninggal dunia
Sejumlah kendaraan bergerak melambat saat pemberlakuan satu arah menuju jalur wisata Puncak di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, (15/9/2024). (Antara/Arif Firmansyah)
16 Sep 2024 12:44PM (Diperbarui: 16 Sep 2024 12:49PM)

BOGOR: Kemacetan parah melanda jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad sejak Minggu (15/9) sore hingga Senin (16/9) pagi.

Laporan detikJabar menyebutkan kemacetan yang masih berlangsung itu mengakibatkan kendaraan hanya bergerak 10 meter setiap setengah jam.

Akibatnya pengendara terjebak kemacetan selama lebih dari 14 jam.

Kondisi lalu lintas yang lumpuh ini ramai diunggah oleh para pengendara di media sosial, menunjukkan antrean kendaraan yang tidak bergerak.

Seorang pengguna platform X, @AIs1to, menyoroti kepadatan lalu lintas yang diakibatkan oleh pengendara sepeda motor yang tidak tertib.

"Motor roda dua yang gak teratur, ngambil dua jalur, akhirnya stuck berhadapan sama lawan arah," tulisnya.

Pengguna X lainnya, @DON_Micoo, mengabarkan dirinya telah seharian terjebak di kawasan Puncak, mengonfirmasi bahwa lalu lintas di jalur tersebut lumpuh total.

DUA WISATAWAN MENINGGAL

Seorang pria berinisial J dilaporkan oleh TribunNews meninggal dunia di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, pada Minggu (15/9) sekitar pukul 21.00 WIB.

Menurut keterangan warga, korban yang diduga memiliki riwayat asma ini terjebak kemacetan sejak pukul 13.00 WIB.

Sebelum meninggal dunia, J sempat turun dari bus yang ditumpanginya.

Evakuasi jenazah menggunakan ambulans terkendala kemacetan sehingga almarhum untuk sementara disemayamkan di masjid terdekat.

Korban lainnya adalah seorang perempuan berinisial NM (56), warga Bambu Apus, Jakarta Timur.

NM diduga meninggal dunia karena kelelahan saat berlibur di Puncak.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama, menjelaskan bahwa NM meninggal di area Agro Wisata Gunung Mas setelah mengalami sesak napas dan pusing.

"Saat bus yang ditumpangi korban masih berada di Agro Wisata Gunung Mas, NM mengeluh sesak napas. Ia kemudian dibawa ke masjid terdekat, namun meninggal dunia di sana," kata Rizky kepada Republika Jabar, Minggu malam (15/9).

Rizky menduga korban memiliki penyakit bawaan atau komorbid, dan menegaskan bahwa kematiannya bukan disebabkan oleh kemacetan yang mempersulit evakuasi.

LONJAKAN LUAR BIASA KENDARAAN

Satlantas Polres Bogor mencatat ada lebih kurang 114.000 kendaraan melintas selama libur panjang akhir pekan.

Arus lalu lintas itu didominasi oleh kendaraan roda dua yaitu sekitar 60 persen.

Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian, menyatakan bahwa arus kendaraan meningkat tajam akibat libur panjang.

Hal ini juga dirasakan di wilayah Cianjur. Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Anjar Maulana, menjelaskan bahwa kemacetan di Cianjur merupakan dampak dari kondisi di Bogor. 

"Liburnya kan tiga hari, dari Sabtu sampai Senin. Jadi banyak yang berlibur. Makanya volume kendaraan meningkat menyebabkan kepadatan arus lalulintas," kata dia.

“Ketika di Bogor macet, ekornya bisa sampai Cianjur," imbuhnya.

Kemacetan diperparah karena banyaknya pengendara roda dua yang tidak patuh aturan lalu lintas.

"Banyak pemotor yang tidak disiplin dan mengambil jalur kendaraan lain, akibatnya menghambat pengaturan arus lalu lintas," pungkas Rizky.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan