Skip to main content
Iklan

Indonesia

Lumpur tebal hambat pencarian, korban tewas banjir Sumatra melonjak jadi 604 orang

Desakan muncul agar pemerintah pusat mendeklarasikan status darurat bencana nasional.

Lumpur tebal hambat pencarian, korban tewas banjir Sumatra melonjak jadi 604 orang
Dampak banjir dan longsor yang menewaskan ratusan orang di Sumatra. (EPA/Hotli Simanjuntak)
02 Dec 2025 09:36AM (Diperbarui: 03 Dec 2025 01:02PM)

MEDAN: Angka korban tewas akibat banjir dan longsor besar di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara melonjak drastis. 

Data BNPB per Senin (1/12) yang dirilis Katadata pukul 17.00 WIB mencatat 604 orang meninggal dunia, meningkat 50 persen dari sehari sebelumnya. 

Menurut BNPB, korban tewas terbanyak berasal dari Sumatra Utara dengan 283 jiwa, disusul Sumatra Barat 165 jiwa, dan Aceh 156 jiwa. 

Total korban hilang mencapai 464 orang dengan rincian masing-masing 181 di Aceh, 114 di Sumut, dan 169 di Sumbar.

Korban luka-luka mencapai 2.600 orang yang tersebar di tiga provinsi. Total warga terdampak menembus 1,5 juta jiwa, sementara lebih dari 570.700 orang terpaksa mengungsi.

Kerusakan infrastruktur juga besar, dengan ribuan rumah rusak berat, sedang, maupun ringan. Sebanyak 282 fasilitas pendidikan dan 271 jembatan juga terdampak bencana. 

Ketiga provinsi sudah mendeklarasikan status tanggap darurat yaitu Aceh hingga 11 Desember, Sumatra Utara hingga 10 Desember, dan Sumatra Barat hingga 8 Desember.

DESAKAN DARURAT BENCANA NASIONAL

Desakan agar pemerintah pusat mendeklarasikan keadaan darurat bencana nasional semakin kuat. Koalisi sipil Aceh menilai pemerintah daerah sudah kehabisan tenaga menghadapi besarnya skala bencana.

Saat meninjau Padang Pariaman, Presiden Prabowo Subianto menegaskan distribusi bantuan kini banyak mengandalkan udara karena banyak wilayah tak bisa ditembus melalui jalur darat.

“Di Sumatra Utara, beberapa kabupaten masih sulit dijangkau; beberapa masih belum dapat diakses melalui darat, tetapi kita dapat mengunjunginya melalui udara dengan helikopter dan pesawat. Begitu pula di Aceh,” kata Prabowo, Senin (1/12).

Ia juga menyebut ada titik-titik yang mulai pulih.

“Saya menerima laporan bahwa listrik sudah hampir 100 persen pulih di Sumatra Barat. Jaringan air bersih dan jembatan darurat juga sedang dikerjakan,” ujarnya.

Sebelum ke Sumatra Barat, Prabowo lebih dulu mengunjungi penyintas banjir di Aceh Tenggara dan Tapanuli Tengah, menegaskan bahwa bantuan tidak boleh terlambat di wilayah terdampak parah.

Para penyintas banjir beristirahat di tempat penampungan sementara yang disediakan pemerintah setempat di Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, Indonesia, 01 Desember 2025. (EPA/HOTLI SIMANJUNTAK)

Di sisi lain, proses pencarian korban menghadapi tantangan besar. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa kondisi lumpur tebal yang dibawa banjir dan longsor menghambat upaya pencarian di berbagai lokasi.

“Saat ini yang kita hadapi adalah bencana banjir yang juga menimbulkan banjir lumpur. Dari debit hujan yang luar biasa akhirnya ada beberapa titik yang terjadi longsor,” ujar Syafii kepada Kumparan di Kompleks Parlemen Senayan.

Ia menambahkan bahwa kondisi lumpur yang mengeras semakin menyulitkan pencarian.

“Justru yang memungkinkan menjadi permasalahan adalah ketebalan lumpur yang pada saat mengering,” tambahnya

Untuk mempercepat proses pencarian, tim anjing pelacak K9 dikerahkan di beberapa titik guna menemukan korban yang tertimbun material tebal tersebut.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan