Skip to main content
Iklan

Indonesia

Terbang ke Singapura, Luhut tenangkan investor soal ekonomi Indonesia

Pemerintah menegaskan defisit anggaran tetap dijaga di bawah 3 persen PDB untuk mempertahankan kepercayaan pasar.

Terbang ke Singapura, Luhut tenangkan investor soal ekonomi Indonesia

Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (Dok Partai Gerindra)

SINGAPURA: Pemerintah berupaya menjaga kepercayaan investor asing setelah volatilitas pasar dan tekanan eksternal memicu kekhawatiran terhadap ekonomi Indonesia.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menemui investor global dan jajaran perusahaan asset management di Singapura untuk menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia di tengah gejolak pasar global.

Menurut Luhut, para investor menyoroti pelemahan tajam nilai tukar rupiah, arus modal keluar, serta ketidakpastian akibat tingginya suku bunga global dan konflik geopolitik di Timur Tengah.

“Dari diskusi kami hari ini, memang ada kekhawatiran mengenai volatilitas pasar, mulai dari fluktuasi nilai tukar, hingga arus modal akibat tingginya suku bunga dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah,” ujar Luhut dalam unggahan di Instagram, Kamis (21/5).

Meski demikian, Luhut menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,61 persen dengan inflasi yang tetap terkendali sekitar 2,4 persen.

“Tapi saya juga bisa memberitahu Anda, inflasi kita masih bisa dikelola dengan baik, kira-kira di 2,4%. Kita berusaha untuk tidak menurun,” tuturnya.

Namun, menurut Luhut, fundamental ekonomi saja tidak cukup untuk menjaga kepercayaan pasar. Investor juga menaruh perhatian pada aspek kepastian kebijakan dan kredibilitas fiskal pemerintah.

Karena itu, ia menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal dan mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Kredibilitas fiskal adalah aset berharga yang tidak akan kami pertaruhkan,” tegas jenderal berbintang empat itu.

PEMERINTAH SIAPKAN TRANSFORMASI DIGITAL

Selain menjaga disiplin anggaran, pemerintah juga mendorong efisiensi melalui transformasi digital lewat teknologi GovTech.

Menurut Luhut, pemerintah tengah menyiapkan sistem untuk mentransformasikan subsidi energi berbasis barang menjadi bantuan tunai langsung yang lebih tepat sasaran.

Di sektor keuangan, pemerintah juga mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pengawasan pasar modal agar lebih transparan dan bersih.

DEN juga terus mematangkan ekosistem Indonesia Financial Center (IFC) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diproyeksikan menjadi pusat kolaborasi strategis dengan standar layanan setara pusat keuangan global.

Luhut menyebut kawasan tersebut nantinya akan menawarkan kemudahan operasional dan kepastian hukum yang lebih inklusif bagi pelaku usaha dan investor.

Dalam pertemuan itu, Luhut juga meminta maaf apabila sebagian investor terdampak situasi ekonomi dan volatilitas yang terjadi di Indonesia.

“Mengingat kita memiliki beberapa masalah di sini dan di sana, dan saya minta maaf juga, mungkin beberapa dari Anda memiliki dampak negatif karena situasi ini,” ujar Luhut.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan