Transjakarta dan Mikrotrans jadi pengumpan 11 stasiun LRT Kelapa Gading-Manggarai
Pemprov DKI ingin layanan pengumpan menjangkau hingga kawasan permukiman. Integrasi tersebut diharapkan mendorong lebih banyak warga beralih ke angkutan umum.
Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan layanan Transjakarta hingga Mikrotrans menjangkau seluruh 11 stasiun LRT Kelapa Gading-Manggarai yang baru diresmikan. Moda pengumpan tersebut disiapkan agar masyarakat lebih mudah mengakses LRT dan berpindah ke jaringan transportasi publik lainnya.
Pramono mengatakan Transjakarta menjadi pilihan utama untuk melayani titik-titik pemberhentian LRT. Di lokasi yang tidak memungkinkan dijangkau Transjakarta, layanan pengumpan akan menggunakan Mikrotrans.
“Semua jalur untuk LRT, ada 11 titik, saya sudah memerintahkan untuk TransJakarta masuk di semua itu. Kalau memang TransJakarta tidak bisa digunakan, maka Mikrotrans. Sudah dilakukan,” kata Pramono dikutip Antara, Kamis (17/9).
Penguatan layanan pengumpan dilakukan setelah LRT Kelapa Gading-Manggarai mulai beroperasi. Jalur sepanjang 12,2 kilometer tersebut memiliki 11 stasiun, yakni Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.
Perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai dapat ditempuh dalam waktu sekitar 28 menit.
LRT Jakarta diproyeksikan mampu melayani sekitar 80.000 penumpang per hari, dengan kapasitas sekitar 270 penumpang dalam setiap rangkaian.
MANGGARAI SEBAGAI HUB BARU
Pramono menyebut Manggarai akan berkembang menjadi hub baru transportasi Jakarta yang menjadi titik transit bagi sekitar 1,2 juta hingga 1,3 juta orang setiap hari.
Kawasan tersebut akan mengintegrasikan tiga moda utama, yakni LRT Jakarta, KRL Commuter Line, dan Transjakarta.
Pemprov DKI masih melakukan pembenahan kawasan Manggarai agar perpindahan antarmoda dapat berjalan lebih mudah.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin menargetkan pembangunan jalur penghubung antarmoda selesai pada akhir September 2026.
Jalur tersebut akan terkoneksi langsung dengan lantai dua Stasiun LRT Manggarai sehingga penumpang dapat berpindah menuju KRL maupun Transjakarta tanpa kesulitan mengakses moda lanjutan.
Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin sebelumnya turut mendorong Pemprov DKI memperluas layanan JakLingko atau Mikrotrans hingga kawasan permukiman yang belum terjangkau angkutan umum utama.
Menurutnya, layanan tersebut dibutuhkan sebagai pengumpan agar masyarakat dari kawasan permukiman dapat mengakses jaringan transportasi yang lebih besar, termasuk LRT.
“Ini kan kita berusaha mengintegrasikan antarmoda. Mungkin catatannya adalah penting juga penopang, Mikrotrans itu semakin menjangkau daerah-daerah kecil gitu ya. Supaya bisa sampai dari kampung-kampung, perlu disambung. Nah, Mikrotrans itu supaya diperbanyak,” kata Suhud.
Ia menilai konektivitas antarmoda yang semakin luas dapat mendorong lebih banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik.
Untuk masa awal pengoperasian, masyarakat dapat menggunakan LRT Kelapa Gading-Manggarai dengan tarif promosi Rp8 selama delapan hari.
Setelah periode tersebut berakhir, tarif diberlakukan flat sebesar Rp5.000 hingga Oktober 2026.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.