Skip to main content
Iklan

Indonesia

LRT Jabodebek luncurkan gerbong khusus wanita 16 Desember

Uji coba akan dilaksanakan pada jam sibuk, yaitu antara pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB, dan 16.00 WIB hingga 20.00 WIB.

LRT Jabodebek luncurkan gerbong khusus wanita 16 Desember
Kereta LRT Jabodebek melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada 28 Agustus 2023. (AFP/Bay Ismoyo)

JAKARTA: Kabar gembira bagi pengguna Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek, khususnya kaum hawa!

PT KAI akan mengujicobakan gerbong khusus perempuan di LRT Jabodebek mulai 16 Desember.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan, terutama bagi perempuan pengguna transportasi publik untuk menggunakan LRT Jabodebek

Manajer Hubungan Masyarakat LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa uji coba ini akan dilaksanakan pada jam sibuk, yaitu antara pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB, dan 16.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Kebijakan ini hanya berlaku pada hari kerja dan tidak akan diterapkan pada akhir pekan atau hari libur nasional.

"Keamanan dan kenyamanan penumpang selalu menjadi prioritas utama kami. Gerbong khusus perempuan adalah langkah konkret untuk menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman dan mengurangi potensi pelecehan seksual di ruang publik," kata Mahendro, dalam keterangan tertulis yang dikutip Tirto, Selasa (10/12).

Dalam uji coba ini, gerbong khusus perempuan akan ditempatkan pada rangkaian kereta di posisi paling belakang.

Kebijakan ini berlaku di seluruh rute LRT Jabodebek, termasuk rute Dukuh Atas BNI-Harjamukti dan sebaliknya, serta rute Dukuh Atas BNI-Jatimulya dan sebaliknya.

Setiap stasiun yang dilalui juga akan dilengkapi dengan tanda visual yang jelas di peron dan pengumuman berkala untuk memastikan penumpang mengetahui keberadaan gerbong khusus perempuan.

Mahendro optimis bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak positif, terutama bagi perempuan pengguna LRT Jabodebek, dan semakin memperkuat peran LRT Jabodebek sebagai moda transportasi yang peduli terhadap kenyamanan dan keselamatan penggunanya.

"Kami juga mengimbau kepada penumpang perempuan untuk tetap memberikan tempat duduk kepada pengguna prioritas sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama pengguna," tambahnya.

Berdasarkan data SIMFONI Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pada periode Januari-November 2024 tercatat 24.914 kasus kekerasan, dengan 21.593 di antaranya merupakan korban perempuan, dan 10,4 persen terjadi di fasilitas umum.

Angka ini menyoroti tingginya kekerasan di ruang publik, termasuk transportasi umum.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan