Ledakan dahsyat runtuhkan rumah mewah di Medan, Istri pemilik tewas
Polisi menduga kebocoran pipa gas bawah tanah menjadi pemicu ledakan yang merusak enam hingga tujuh rumah di kompleks tersebut.
Ledakan dahsyat terjadi di rumah nomor 3B Perumahan Grand Polonia, Medan, Senin sore (20/7), menyebabkan kerusakan berat hingga sebagian besar struktur bangunan runtuh. Satu orang dilaporkan tewas sementara 2 masih hilang. (Istimewa)
MEDAN: Ledakan hebat mengguncang Perumahan Grand Polonia di Medan pada Senin sore (20/7), menewaskan sedikitnya satu orang dan merusak sejumlah rumah.
Ledakan berasal dari rumah nomor 3B berlantai tiga yang berada tidak jauh dari Pangkalan Udara Soewondo atau dulunya dikenal sebagai Bandara Internasional Polonia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan satu korban tewas telah ditemukan. Korban diwartakan RCTI diduga berjenis kelamin perempuan dan telah diidentifikasi sebagai Jesika, istri pemilik rumah.
Jenazah Jesika ditemukan di kamar mandi lantai dua, tertimbun reruntuhan bangunan yang ambruk akibat ledakan.
Hery melalui keterangan yang diterima CNA Indonesia mengatakan berdasarkan pendataan sementara terdapat tujuh orang berada di lokasi saat kejadian. Empat orang berhasil selamat, yakni seorang balita bernama Jeavelin, 2, Hasan yang diduga orang tua pemilik rumah, seorang sopir, dan seorang kurir yang baru saja mengantarkan pesanan.
Sementara itu, dua orang lainnya, yakni seorang asisten rumah tangga (ART) dan seorang pengasuh anak (babysitter), masih dalam pencarian tim SAR.
"Sementara dua orang korban masih dalam pencarian yang diduga masih berada di bawah reruntuhan bangunan," ujar Hery.
Sebanyak 15 personel Basarnas Medan saat tiba dilokasi langsung berkoordinasi dengan Brimob Polda Sumut, TNI Angkatan Udara, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, serta unsur SAR gabungan lainnya.
Hingga Selasa (21/7) pagi, proses pencarian terhadap dua korban yang diduga tertimbun reruntuhan masih berlangsung.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu cukup lama. Material bangunan dari lantai dua dan lantai tiga yang roboh total membuat akses menuju lokasi korban sangat terbatas dan menyulitkan pergerakan tim penyelamat.
PIPA GAS BAWAH TANAH DIDUGA BOCOR
Sedikitnya tujuh rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan tersebut. Rumah 3B yang menjadi pusat ledakan hancur paling parah, sementara rumah-rumah di sekitarnya ikut terdampak akibat kuatnya tekanan ledakan.
"Total rumah yang terdampak ada enam sampai tujuh rumah. Rumah-rumah tersebut terdampak karena posisinya berada tepat di depan rumah yang roboh," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak dikutip Kumparan di lokasi kejadian.
Beton lantai tiga rumah 3B ambruk dan menimpa penghuni serta sejumlah kendaraan yang berada di bawahnya.
Bagian balkon rumah juga roboh, sementara sebagian besar struktur bagian depan bangunan hancur akibat ledakan.
Sedikitnya tiga mobil yang terparkir di depan rumah mengalami kerusakan setelah tertimpa puing bangunan.
Kuatnya ledakan menyebabkan pecahan beton, besi, dan kaca beterbangan hingga ke jalan kompleks perumahan serta menghantam sejumlah rumah di sekitar lokasi.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga ledakan dipicu kebocoran pipa gas bumi yang tertanam di bawah kawasan Perumahan Grand Polonia.
"Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah," kata Jean Calvijn.
Ia mengatakan dugaan tersebut diperkuat oleh hasil pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas.
"Tadi kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, memang terdeteksi di situ," ujarnya.