Kecelakaan bus Rosalia Indah di Tol Batang, sopir bus jadi tersangka
Pengemudi bus Rosalia Indah diduga kuat mengantuk saat menyetir bus nahas itu.
SEMARANG: Polisi secara resmi menetapkan Jalur Widodo (JW), sopir Bus Rosalia Indah, sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan yang terjadi di KM 370 Tol Semarang-Batang pada Kamis, 11 April 2024.
Kombes Sonny Irawan, Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, mengkonfirmasi hal ini kepada Liputan 6 pada Jumat (12 April).
Sonny menjelaskan bahwa penetapan Jalur sebagai tersangka didasarkan pada hasil gelar perkara yang dilakukan pada Kamis. Penetapan tersebut didukung oleh dua alat bukti yang sah.
Polisi menduga sopir bus nahas itu sedang mengantuk saat mengemudi.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kesempatan terpisah di hari yang sama menekankan perusahaan Otobus (PO) Rosalia Indah juga akan menghadapi sanksi jika terbukti membiarkan sopirnya berkendara lebih dari 8 jam dalam insiden kecelakaan tersebut.
"Ada beberapa aturan yang telah kita tetapkan, dimana sopir tidak diperbolehkan mengemudi lebih dari 8 jam. Jika melanggar, tentu akan ada ketentuan yang berlaku bagi pemilik bus," kata Budi seperti dilansir oleh CNN Indonesia.
Budi juga mengungkapkan bahwa sopir bus akan menjalani tes tensi darah dan narkoba. Langkah-langkah ini diambil untuk mengetahui kemungkinan penyebab kecelakaan.
Kecelakaan terjadi ketika bus Rosalia Indah melaju dari arah barat ke timur di lajur kiri jalan.
Saat sampai di lokasi kejadian, bus keluar dari jalan dan masuk ke parit sepanjang 200 meter.
Kondektur Bus Rosalia Indah atas nama Sumarno turut menjadi salah satu dari tujuh korban tewas dalam kecelakaan tersebut. Dua dari tujuh korban yang teridentifikasi adalah balita.
Tujuh korban yang meninggal dunia tersebut antara lain Sumarno (45) warga Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri; Shaquina Banunga Zeeya Salsabila (berusia 1 tahun); Zifana (3 tahun); Moh. Mahsun (46) warga Bekasi Selatan; Masri'in; Titik; dan Aris Riski.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Islam Kendal.
Bus nahas tersebut diketahui mengangkut 34 orang, termasuk satu sopir dan satu kondektur.
Sebanyak 15 penumpang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara 12 penumpang lainnya dalam kondisi selamat.