Lagi, keracunan MBG: Sragen laporkan 251 siswa sakit, telur amis dan nasi asin
Sayuran pelengkap seperti timun dan selada disebutkan dalam kondisi rusak berlubang-lubang hitam.
SRAGEN: Sebanyak 251 siswa dari berbagai sekolah di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami keracunan massal setelah menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (11/8) malam.
Sejumlah siswa mengaku sudah merasakan kejanggalan pada rasa dan tampilan menu MBG yang disajikan.
Chelsi, siswi SMP, mengatakan nasi kuning yang ia makan tidak gurih seperti biasanya, melainkan terasa sangat asin.
“Rasa nasi kuningnya lebih asin, kalau telurnya juga tidak kayak biasanya,” ujarnya kepada Tribun Solo, Selasa (12/8).
Insiden ini menjadi kasus terbaru dalam deretan kejadian keracunan serupa sejak program MBG diluncurkan pada 6 Januari 2025 di antaranya di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di Sumatera Selatan, Kupang, Bogor, Bandung, Tasikmalaya, dan Sukoharjo.
Korban berasal dari enam sekolah, yakni 97 siswa di SMPN 1 Gemolong, 61 siswa di SMPN 2 Gemolong, 1 siswa di SMPN 3 Gemolong, 66 siswa di SDN Gemolong, 26 siswa di SDN 4 Gemolong, dan 1 siswa di SDN 3 Gemolong. Seorang guru juga dilaporkan mengalami gejala yang sama.
SAYUR BOLONG-BOLONG HITAM
Gejala seperti mual, pusing, perut melilit, dan diare mulai muncul sejak pukul 19.00 WIB hingga dini hari. Keluhan datang secara bergelombang dan membuat sejumlah korban harus mendapatkan perawatan medis.
Faqih, siswi lainnya, menuturkan bahwa lauk telur yang ia makan memiliki bau amis. Ia juga melihat sayuran pelengkap seperti timun dan selada dalam kondisi rusak, berlubang-lubang hitam, sehingga memilih tidak memakannya.
“Yang pertama nasi kuning asin, sayur-sayuran timun sama selada sudah bolong-bolong hitam, tidak saya makan, yang saya makan apel, nasi kuning, orek telur, sama susu,” jelasnya.
Meskipun menolak sayur, Faqih tetap menghabiskan nasi kuningnya. Ia menggambarkan sensasi nyegrak di tenggorokan saat menelan nasi tersebut.
“Kalau nasinya saya habiskan, rasanya asin sama nyegrak di tenggorokan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Sragen langsung menghentikan operasional Dapur SPPG Mitra Mandiri Gemolong-1 yang menjadi pemasok menu MBG di sekolah-sekolah terdampak.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan pihaknya akan memperketat prosedur operasional standar mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi.
“Kami berusaha sebaik mungkin agar tidak ada kejadian lagi,” ujarnya dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/8)
Menurut Dadan, SOP yang baru akan meliputi pemilihan bahan baku berkualitas, mempersingkat waktu memasak, mempersingkat waktu penyiapan, mempercepat pengiriman, dan memastikan makanan tidak disimpan di sekolah lebih dari empat jamIkuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.