Skip to main content
Iklan

Indonesia

Akses ke Jakarta kian mudah, stasiun KRL termegah Jatake di BSD siap beroperasi Januari 2026

Stasiun ini dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan fungsi transportasi dengan aktivitas kawasan. 

Akses ke Jakarta kian mudah, stasiun KRL termegah Jatake di BSD siap beroperasi Januari 2026

Stasiun Jatake di Tangerang, Banten (Dok. KAI)

JAKARTA: Stasiun KRL Jatake dijadwalkan mulai beroperasi pada Januari 2026. Stasiun yang disebut sebagai yang termegah di Tangerang, Banten ini merupakan hasil kerja sama PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan PT Bumi Serpong Damai Tbk melalui Sinar Mas Land.

Stasiun Jatake dibangun di Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Lokasinya dinilai strategis karena dapat diakses oleh warga BSD City dan kawasan sekitarnya.

Mengacu pada situs resmi Kementerian Perhubungan, proyek ini dikembangkan dengan konsep creative financing, yakni skema kerja sama antara penyedia prasarana transportasi dan pihak swasta.

Stasiun Jatake berada di KM 37+045 lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Panjang peron mencapai 250 meter dengan lebar masing-masing peron 6 meter.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Sinar Mas Land, stasiun ini berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan bangunan tiga lantai seluas sekitar 3.000 meter persegi. Kapasitas layanan penumpang diproyeksikan mencapai 20 ribu orang per hari.

DESAIN HIJAU DAN KONSEP TOD

Perancangan Stasiun Jatake dilakukan oleh biro arsitektur Arkonin dengan pendekatan desain modern tropis dan tata ruang fungsional. Arsitekturnya mengadopsi sejumlah prinsip bangunan hijau, seperti sirkulasi udara alami di area publik serta pemanfaatan panel surya untuk efisiensi energi listrik.

Stasiun ini dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan fungsi transportasi dengan aktivitas kawasan. Di dalam gedung stasiun tersedia area aktivitas penumpang, zona komersial, serta ruang perkantoran KAI.

Area luar stasiun dilengkapi fasilitas parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda. Selain itu, disiapkan pula lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi.

Stasiun Jatake akan melayani Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Rute ini mencakup Tanah Abang, Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurang Mangu, Sudimara, Rawa Buntu, Serpong, Cisauk, Cicayur, Jatake, Parung Panjang, Cilejit, Daru, Tenjo, Tigaraksa, Cikoya, Maja, Citeras, hingga Rangkasbitung.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan pembangunan stasiun baru di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung merupakan bagian dari strategi penguatan layanan transportasi publik di kawasan penyangga Jakarta. Ia mencatat pertumbuhan pengguna di lintas tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Stasiun Jatake dihadirkan untuk mendekatkan layanan kereta api kepada masyarakat di kawasan yang berkembang pesat. Kehadirannya diharapkan memperkuat konektivitas wilayah serta mendukung mobilitas harian yang lebih tertata dan efisien," ucap Bobby dilansir dari CNBC Indonesia, belum lama ini.

Jumlah pengguna Commuter Line lintas Rangkasbitung tercatat 43.317.716 orang pada 2022, naik menjadi 62.085.471 pada 2023, kemudian 69.999.362 pada 2024, dan mencapai 70.496.181 pengguna sepanjang Januari hingga November 2025. 

Sementara itu, CEO Strategic Land Bank Sinar Mas Land sekaligus Direktur PT Bumi Serpong Damai Christopher Siswanto Adisaputro menyebut kehadiran Stasiun Jatake diharapkan memudahkan akses warga BSD City dan Kabupaten Tangerang menuju Jakarta maupun sebaliknya. 

Ia juga menilai stasiun ini berpotensi mendorong pemerataan penumpang KRL serta mendukung pengurangan emisi dan polusi udara melalui peningkatan penggunaan transportasi umum.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan