Skip to main content
Iklan

Indonesia

KRL Regional Surabaya siap dibangun 2029, lewati rute mana saja?

Surabaya Regional Rail Link (SRRL) bisa menjadi tulang punggung mobilitas regional dengan memperkuat integrasi antara Surabaya dan kota-kota satelitnya.

KRL Regional Surabaya siap dibangun 2029, lewati rute mana saja?
KRL Commuter Line (iStock/Sony Herdiana)

SURABAYA: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengumumkan perkembangan terbaru proyek Surabaya Regional Rail Link (SRRL) atau KRL Surabaya, yang kini akan segera memasuki tahap perencanaan teknis (detail engineering design).

Langkah ini menandai babak baru pembangunan transportasi massal ramah lingkungan di kawasan metropolitan Gerbangkertosusila — Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.

“Kami sudah identifikasi segmen pelaksanaan pertama, detail engineering design akan menjadi fokus kami untuk sekitar satu tahun ke depan,” ungkap Emil dikutip dari Antara, Selasa (7/10).

 

Emil menjelaskan, KRL Surabaya dirancang untuk meningkatkan kapasitas jaringan utama kereta api di kawasan metropolitan tersebut. 

Dengan penerapan jalur ganda dan elektrifikasi, kapasitas angkutan diproyeksikan meningkat hingga tiga kali lipat dari kondisi saat ini.

Ketika beroperasi penuh, sistem kereta listrik regional ini diproyeksikan dapat melayani lebih dari 200 ribu penumpang per hari.

KONSEP TOD DI SETIAP STASIUN

Setiap stasiun yang dilalui KRL Surabaya bakal dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) — yaitu kawasan perkotaan yang terintegrasi dengan transportasi publik.

Langkah ini bertujuan menciptakan mobilitas yang efisien, ramah lingkungan, sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum berbasis rel.

“Kami berharap SRRL bisa menjadi tulang punggung mobilitas regional, memperkuat integrasi antara Surabaya dan kota-kota satelitnya,” kata Emil.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melaporkan pembangunan proyek KRL Surabaya akan dimulai pada 2029.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, Arif Anwar, menjelaskan bahwa pembangunan tahap pertama mencakup jalur ganda (double track) dari Stasiun Surabaya Gubeng hingga Stasiun Sidoarjo, termasuk pembangunan Depo Sidotopo.

“Fase 1 ini dari Stasiun Gubeng sampai Stasiun Sidoarjo, di antaranya juga termasuk membangun Depo Sidotopo,” bebernya.

Proyek sepanjang 27 kilometer ini dibiayai dengan pinjaman senilai US$250 juta (sekitar Rp4,1 triliun) dari Bank Pembangunan Jerman (KfW).

Tahap 1 proyek SRRL terdiri dari dua fase (A dan B), mencakup peningkatan fasilitas stasiun di Surabaya Gubeng, Wonokromo, Waru, Gedangan, dan Sidoarjo.

Selain itu, proyek juga akan menangani perlintasan sebidang, membangun beberapa flyover di titik rawan kemacetan, serta memperkuat sistem persinyalan dan telekomunikasi di sepanjang jalur Depo Sidotopo–Sidoarjo.

 

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan