praktis 101 Indonesia
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Kota dikurangi hingga 30 September, DPR desak KAI siapkan kereta cadangan
Salah satu rangkaian yang menjalani perawatan adalah KA 1203 Bogor-Jakarta Kota yang dua kali mengalami anjlok pada 4 September 2026.
KRL Commuter Line (iStock/Sony Herdiana)
JAKARTA: KAI Commuter mengurangi sejumlah perjalanan KRL relasi Bogor-Jakarta Kota dan beberapa rute terkait hingga 30 September 2026 karena perawatan intensif rangkaian kereta. Pengurangan tersebut mendapat sorotan Komisi V DPR yang meminta operator menyiapkan kereta cadangan agar proses perawatan tidak mengganggu pelayanan kepada penumpang.
Penyesuaian perjalanan mulai diberlakukan pada Senin (7/9). Salah satu rangkaian yang menjalani perawatan adalah KA 1203 Bogor-Jakarta Kota yang dua kali mengalami anjlok pada 4 September 2026.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, penyesuaian tersebut hanya bersifat sementara dan dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan.
"Penyesuaian perjalanan ini bersifat sementara waktu. Kami melakukan perawatan rangkaian kereta secara intensif demi keselamatan perjalanan. Salah satunya rangkaian yang mengalami anjlok pada 4 September," kata Karina, Senin (7/9), dikutip dari Kompas.id.
Menurut KAI Commuter, terdapat 17 perjalanan yang disesuaikan sepanjang Senin, mulai dari pagi hingga malam. Setelah penyesuaian, jumlah perjalanan Commuter Line di seluruh lintas menjadi 1.048 perjalanan per hari, turun dari sebelumnya 1.065 perjalanan.
DAFTAR PERJALANAN KRL YANG DIBATALKAN
Berdasarkan pengumuman KAI Commuter yang dikutip Kompas.id, perjalanan yang dibatalkan meliputi:
- KA 1157 Bogor-Jakarta Kota, berangkat dari Stasiun Bogor pukul 04.03 WIB
- KA 1007 Bogor-Manggarai, berangkat dari Stasiun Bogor pukul 05.36 WIB
- KA 1195F Cilebut-Jakarta Kota, berangkat dari Stasiun Cilebut pukul 06.22 WIB
- KA 1013A Bogor-Manggarai, berangkat dari Stasiun Bogor pukul 07.16 WIB
- KA 1231 Bogor-Jakarta Kota, berangkat dari Stasiun Bogor pukul 08.13 WIB
- KA 1118 Depok-Bogor, berangkat dari Stasiun Depok pukul 04.56 WIB
- KA 1124F Depok-Bogor, berangkat dari Stasiun Depok pukul 05.33 WIB
- KA 1154 Jakarta Kota-Bogor, berangkat dari Stasiun Jakarta Kota pukul 05.36 WIB
- KA 1008 Manggarai-Bogor, berangkat dari Stasiun Manggarai pukul 06.56 WIB
- KA 1192F Jakarta Kota-Depok, berangkat dari Stasiun Jakarta Kota pukul 07.48 WIB
- KA 1014 Manggarai-Bogor, berangkat dari Stasiun Manggarai pukul 08.37 WIB
- KA 1228 Jakarta Kota-Depok, berangkat dari Stasiun Jakarta Kota pukul 09.48 WIB
Pengurangan rangkaian KRL tersebut memicu banyak pertanyaan di media sosial. Banyak akun di platform X menanyakan dampaknya pada jadwal perjalanan kereta.
Misalnya, akun @ae_3047 yang berkomentar di X, "Red line jalur dengan okupansi paling padat di saat jam sibuk. Dengan eksisting aja lebih dapat 8 rangkaian. Apalagi ini dikurangin, seandainya ada alternatif lain saya pasti pindah angkutan. Lakukanlah pengamatan dan kajian sebelum memutuskan."
Ada pula akun @erika109_ yang menulis "Min, karena banyak pembatalan perjalanan gini, penumpang jadi numpuk parah. Tolong pemberangkatan dari depok minimal dikasih 10SF min. Sesak parah di dalem. Kalau bisa jangan nunggu ada yang pingsan ya min. Tau kok tergantung kesediaan, tapi mohon dipertimbangkan. Terima kasih."
KOMISI V: HARUS ADA KERETA CADANGAN
Ketua Komisi V DPR Lasarus mengkritik dampak pemeliharaan terhadap layanan KRL. Menurut dia, KAI seharusnya sudah mengantisipasi perawatan rutin dengan menyediakan rangkaian cadangan.
"Memang kesalahan mereka menurut saya, ya, harusnya kalau mau ada pemeliharaan, kan, harus ada kereta cadangan dong, gitu loh, jangan sampai nggak ada kereta cadangan," kata Lasarus kepada wartawan, Selasa (8/9), dikutip dari Detik.
Lasarus mengakui, pemeliharaan rutin diperlukan untuk menjaga keselamatan perjalanan. Namun, menurutnya, perawatan seharusnya tidak sampai mengurangi kemampuan operator melayani penumpang, terlebih lintas Bogor merupakan salah satu jalur KRL yang padat.
"Kenapa perlu pemeliharaan rutin? Mungkin berkaitan dengan keselamatan lah kali, ya. Cuma, kan, masalahnya harusnya ketika itu dilakukan pemeliharaan, harusnya, kan, ada kereta cadangan supaya jumlah kereta dengan jumlah penumpang ini tetap bisa tertangani dengan baik," tuturnya.
Ia juga meminta pemerintah dan operator segera mencari alternatif, terutama jika proses pemeliharaan berlangsung selama beberapa hari. Menurut Lasarus, pengurangan perjalanan selama satu hari saja sudah dapat menimbulkan masalah bagi pengguna KRL.
RANGKAIAN SEMPAT DUA KALI ANJLOK
Salah satu rangkaian yang kini menjalani perawatan adalah KA 1203 Bogor-Jakarta Kota. Kereta tersebut anjlok saat hendak masuk jalur 9 Stasiun Jakarta Kota pada 4 September pagi. Seluruh penumpang dievakuasi dalam kondisi selamat, tetapi perjalanan KRL sempat terganggu karena operasional di Stasiun Jakarta Kota hanya dapat menggunakan jalur 10 dan 11.
KAI Commuter kemudian melakukan rekayasa pola operasi dengan membuat perjalanan dari arah Bogor untuk sementara hanya sampai Stasiun Jayakarta dan Stasiun Manggarai.
Rangkaian yang sama kembali anjlok di jalur 7 Stasiun Manggarai pada Jumat (4/9) siang. Saat kejadian kedua, rangkaian tersebut tengah menuju Balai Yasa Manggarai untuk menjalani perawatan.
KAI Commuter meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna selama penyesuaian perjalanan dan mengimbau penumpang menyesuaikan jadwal perjalanan masing-masing.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.