Diduga cabuli 23 siswa laki-laki, guru SD Yayat Priana di Serpong ditangkap
Setelah melakukan pelecehan seksual, guru bejat itu memberikan uang untuk uang jajan sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000
Guru cabul Yayat Priatna Guru turun dari mobil sesaat setelah ditangkap. (Foto: Humas Polres Tangsel)
SERPONG: Kepolisian Resor Tangerang Selatan menangkap seorang guru sekolah dasar bernama Yayat Priatna, 55, yang diduga melakukan pencabulan terhadap sedikitnya 23 murid laki-laki di Kota Tangerang Selatan.
Dugaan kekerasan seksual tersebut disebut berlangsung selama bertahun-tahun di lingkungan sekolah.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan menyampaikan penangkapan dilakukan tanpa perlawanan.
Yayat diamankan pada Senin (19/1) sekitar pukul 19.00 WIB di kediamannya di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.
“Sekitar pukul 19.00 WIB terduga pelaku sudah kami amankan di rumahnya, lalu langsung dibawa ke Mapolres Tangerang Selatan,” kata Wira dikutip Tirto, Selasa (20/1).
Kasus ini terungkap setelah wali murid melaporkan dugaan pencabulan tersebut kepada pihak berwajib.
Yayat diketahui merupakan wali kelas dari para korban yang dilaporkan semuanya sekelas.
Menurut penyelidikan awal, dugaan pencabulan dilakukan secara tidak terang-terangan.
Setelah melakukan perbuatannya, pelaku disebut memberikan uang kepada korban.
“Setelah melakukan pelecehan seksual terhadap anak dia memberikan uang untuk uang jajan sekitar dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000,” ungkap Wira.
DUGAAN MEREKAM AKSI CABUL
Wira mengungkapkan penyidik masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti tambahan.
“Dari hasil pemeriksaan dan kita masih dalami juga, kita temui bahwa periodenya dari tahun 2023 hingga Januari 2026 dan berlangsung di satu sekolah di wilayah Kota Tangerang Selatan,” jelasnya.
Polisi juga menyita satu unit telepon genggam milik pelaku yang diduga berisi dokumentasi terkait perbuatan pencabulan.
“Kita amankan satu buah ponsel dan kita juga masih dalami terhadap ponsel tersebut, karena dari hasil pemeriksaan memang setelah melakukan perbuatan terduga pelaku mendokumentasikan di ponsel tersebut,” sebut Wira.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Tangerang Selatan Tri Purwanto, mengungkapkan kondisi psikis para korban terguncang akibat peristiwa tersebut.
“Saat ini kondisi korban kelihatan sehat tapi psikisnya terganggu akibat ini. Sekarang sedang dilakukan visum di RS Pamulang,” tutur Tri
Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan Rudi Dermawan memastikan Yayat Priatna telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya sebagai guru. Penonaktifan dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan serta reaksi masyarakat.
“Untuk sementara dinonaktifkan dulu, supaya yang bersangkutan tidak berada di sekolah dan untuk menghindari potensi reaksi masyarakat, terutama orang tua korban,” ujar Rudi.
Berdasarkan keterangan wali murid, jumlah korban diduga belum final dan masih berpotensi bertambah seiring pengembangan penyidikan.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.