Skip to main content
Iklan

Indonesia

Tragedi kebakaran Terra Drone: Daftar nama 22 korban tewas, termasuk satu hamil tua, apa penyebab kematian?

Pemeriksaan luar oleh ahli forensik menunjukkan tanda-tanda asfiksia yaitu kondisi ketika tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Tragedi kebakaran Terra Drone: Daftar nama 22 korban tewas, termasuk satu hamil tua, apa penyebab kematian?
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi jenazah seorang korban dari dalam gedung setelah kebakaran di di Gedung Terra Drone Indonesia di Jalan Letjen Soeprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, 09 Desember 2025. (EPA/MAST IRHAM)
10 Dec 2025 11:18AM (Diperbarui: 10 Dec 2025 11:42AM)

JAKARTA: Rumah Sakit Polri mengungkap penyebab kematian tragis 22 karyawan dalam peristiwa kebakaran di Gedung Terra Drone Indonesia di Jalan Letjen Soeprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Para korban diduga meninggal akibat menghirup gas karbondioksida (CO₂) dan asap pekat yang memenuhi lantai atas gedung saat insiden terjadi.

PENYEBAB KEMATIAN DIKAITKAN DENGAN PAPARAN GAS

Karumkit RS Polri Brigjen Prima Heru Yulihartono menjelaskan bahwa indikasi awal mengarah pada paparan gas dari asap yang naik ke lantai-lantai atas gedung.

“Kemungkinan, karena kita hanya melaksanakan pemeriksaan luar, kemungkinan karena menghirup gas,” urainya dalam konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Selasa (9/12), diberitakan Kumparan.

Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan menambahkan bahwa pemeriksaan luar oleh ahli forensik menunjukkan tanda-tanda asfiksia.

“Dari tanda-tanda ahli forensik kami bekerja, dari pemeriksaan luar, mengarah indikasi pada asfiksia karena terhirupnya asap dan gas karbondioksida tersebut,” jelasnya.

Hasil penyelidikan sementara mengindikasikan bahwa kebakaran berawal dari baterai drone yang meledak di gudang lantai 1. 

Kebakaran di gedung Terra Drone, Jakarta Pusat pada 9 Desember 2025 (Foto: EPA/Mast Irham)

Saat kejadian, sekitar 80 karyawan berada di dalam gedung karena bertepatan dengan jam makan siang. Banyak korban ditemukan di lantai 3 dan 4, tempat asap pekat terperangkap di dalam ruangan.

Seluruh korban tewas merupakan karyawan Terra Drone Indonesia.

Terra Drone adalah perusahaan teknologi asal Jepang yang bergerak di layanan drone untuk survei udara, inspeksi infrastruktur, hingga analisis data. Didirikan pada 2016, perusahaan ini memiliki jaringan global melalui mitra dan kolaborator di berbagai negara.

Dari total korban, 15 perempuan dan 7 laki-laki. Berikut daftar lengkapnya.

Laki-laki

  1. Yoga Valdie Yasser
  2. Apri
  3. Aril
  4. Cendy
  5. Reyhan
  6. Mirza
  7. Saiful

Perempuan

  1. Novia Nurwana
  2. Pariyem
  3. Ninda
  4. Rufaidha Lathiifunnisa
  5. Jazel
  6. Risda
  7. Asyifa
  8. Della
  9. Siti
  10. Amelia
  11. Vina
  12. Candra
  13. Tasya
  14. Cynthia
  15. Rosdiana

KORBAN HAMIL YANG TERJEBAK ASAP

Salah satu korban, Novia Nurwana, diketahui tengah hamil tua dan dijadwalkan melahirkan pada Januari 2026.

“Ada korban wanita hamil. Salah satu korban adalah wanita hamil,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Novia berada di lantai lima saat kebakaran. Asap tebal dari lantai dasar membuatnya kesulitan turun menyelamatkan diri. Susatyo menyebut Novia sempat turun namun kembali naik karena asap semakin pekat.

Suami korban, Ilham, datang ke RS Polri Kramat Jati untuk menyerahkan data ante mortem. Ia tampak syok dan menangis sepanjang proses.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan menanggung seluruh biaya perawatan korban luka dan pemakaman korban yang meninggal dunia. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung mendatangi lokasi pada Selasa malam.

Dari informasi yang diterimanya, gedung enam lantai tersebut tidak memiliki jalur evakuasi, sehingga memperburuk situasi saat asap menyebar cepat ke lantai atas.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan