Fakta-fakta tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 yang tewaskan 5 penumpang
Penumpang sempat berkumpul di anjungan dan haluan kapal sebelum sebagian melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Kepulan asap membubung dari KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Pulau Madura, Jawa Timur, Indonesia, 2 Agustus 2026. (Reuters/Stringer)
SURABAYA: Kebakaran hebat melanda Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makassar di perairan utara Madura, Minggu (2/8) pagi. Insiden yang memicu kepanikan ratusan penumpang itu menewaskan sedikitnya lima orang, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB saat kapal berada sekitar 19 mil laut (nautical miles/NM) di utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep.
PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) diwartakan detikJatim selaku operator kapal jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) menerima laporan awal mengenai kebakaran dari nakhoda. Namun, setelah laporan pertama disampaikan, komunikasi dengan nakhoda terputus sehingga kondisi di lokasi sempat belum dapat dipastikan.
Laporan resmi kemudian diterima petugas siaga Kantor SAR Surabaya dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB, disusul konfirmasi dari PT ALP satu menit kemudian.
Dalam video amatir yang beredar di media sosial, ratusan penumpang terlihat berkerumun di anjungan dan haluan kapal untuk menghindari kobaran api dan asap tebal. Sejumlah penumpang bahkan nekat melompat ke laut demi menyelamatkan diri.
Melihat situasi darurat tersebut, sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi segera mendekat untuk membantu proses evakuasi.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan kepada Kumparan penumpang sempat bertahan di bagian anjungan dan haluan sebelum sebagian memutuskan terjun ke laut.
"Beberapa penumpang melompat ke laut dan dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor. Di sekitar lokasi, ada empat kapal yang merapat," kata Nanang
Polresta Sumenep menyebut KMP Mutiara Sentosa 2 mengangkut total 271 orang berdasarkan manifes resmi.
Rinciannya terdiri atas 232 penumpang, 26 anak buah kapal (ABK), dan 13 ABK tambahan.
Kapal juga mengangkut 181 kendaraan, terdiri atas 15 sepeda motor, 25 mobil kecil, enam truk sedang, 103 truk besar, 31 truk tronton, serta satu alat berat.
Hingga laporan terbaru, Kantor SAR Surabaya mencatat insiden tersebut menyebabkan lima orang meninggal dunia, 225 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara 41 orang lainnya masih dalam pencarian.
Pelaksana Tugas Kepala Seksi Humas Polresta Sumenep Ipda Ardan mengatakan jumlah korban masih dapat berubah karena proses pencarian dan pendataan masih terus berlangsung.