Viral dugaan pesta gay di Karawang, klub malam Theatre Night Mart terancam ditutup
Dalam rekaman video terlihat sejumlah pria berpasangan sambil berjoget, berpelukan, dan berciuman.
KARAWANG: Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengancam mencabut izin operasional tempat hiburan malam yang terbukti memfasilitasi aktivitas yang dinilai melanggar norma masyarakat, menyusul viralnya video dugaan pesta gay di sebuah klub malam.
Aep menegaskan Pemerintah Kabupaten Karawang tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang terbukti melanggar aturan maupun mengabaikan ketentuan yang berlaku.
“Saya nggak mau neko-neko. Saya sudah perintahkan Satpol PP untuk tegas,” kata Aep, dikutip Viva, Senin (8/6).
Menurut dia, pencabutan izin usaha dapat dilakukan apabila ditemukan pelanggaran yang tergolong berat.
Pernyataan tersebut muncul setelah beredarnya video berdurasi 12 detik yang disebut direkam di tempat hiburan malam Theatre Night Mart atau Helens di kawasan perkotaan Karawang pada Sabtu (6/6) malam.
Video itu memperlihatkan suasana klub malam dengan pencahayaan minim dan sorotan lampu berwarna biru, merah, serta ungu.
Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah pria berpasangan sambil berjoget, berpelukan, dan berciuman.
SATPOL PP TEMUKAN PERSOALAN PERIZINAN
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Karawang D.A. Prasetya mengatakan lokasi tersebut telah ditutup sementara sambil menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut dia, langkah tersebut dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Pengelola tempat hiburan juga telah dipanggil dan membenarkan bahwa lokasi dalam video yang beredar merupakan tempat usaha mereka.
Selain menindaklanjuti video yang viral, Satpol PP turut menemukan sejumlah dokumen perizinan yang belum dipenuhi.
Di antaranya rekomendasi penjualan minuman beralkohol serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Aep menilai pemerintah daerah selama ini telah memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk beroperasi, namun toleransi tersebut harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap aturan.
“Karawang ini kota santri. Kita punya sekitar 514 pesantren. Jadi hal-hal seperti itu tidak patut, dan tidak elok,” tegasnya,
Sementara itu, Manajer Operasional Theatre Night Mart Tommy Wijaya menyatakan pihaknya tidak mendukung aktivitas LGBT dan telah menegur sejumlah pengunjung yang terekam dalam video.
Ia menyebut manajemen selama ini menerapkan standar operasional berupa pemeriksaan identitas pengunjung dan pengawasan oleh petugas keamanan.
Ke depan, pengawasan akan diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Manajemen juga telah memasang imbauan melalui banner dan layar informasi di lokasi yang menyatakan tidak mendukung aktivitas LGBT.
“Saya mewakili manajemen meminta maaf dan berjanji tidak ada kejadian seperti itu lagi,” kata Tommy.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.