Skip to main content
Iklan

Indonesia

Kisah di balik video haru siswa SMA patungan belikan temannya sepeda

Teman-temannya yang kasihan melihat Romsi harus berjalan kaki ke sekolah memutuskan patungan untuk membelikannya sepeda.

Kisah di balik video haru siswa SMA patungan belikan temannya sepeda

Romsi dengan sepeda baru dari kawan-kawannya. (TikTok/sriharyati999)

JAKARTA: Sebuah video mengharukan sekaligus menginspirasi menjadi viral di TikTok pekan ini. Dalam video tersebut, siswa-siswa di sebuah SMA patungan untuk membelikan teman sekelas mereka sepeda.

Video berjudul "sepeda untuk Romsi" itu diunggah pada Selasa (10/9) oleh Sri Haryati di akun TikToknya dan hingga kini telah ditonton lebih dari 2,3 juta orang dan dikomentari hampir 18 ribu orang.

"Kita peduli sama kamu Rom, karena kamu sering telat," ujar seorang siswa bernama Reza dalam video tersebut, menyerahkan sepeda kepada kawan sekelasnya, Romsi.

"Kamu berangkat sekolah naik apa? Nebeng kalau nggak jalan kaki kan. Ya kita belikan sepeda untuk kamu buat ke sekolah," lanjut Reza, disaksikan teman-teman sekelasnya yang lain.

Romsi yang terlihat semringah langsung menaiki sepedanya setelah berterima kasih kepada kawan-kawannya tersebut.

@sriharyati999 Sepeda untuk Romsi. Anak-anak kelas X-10 bahu membahu membelikan sepeda untuk temannya yang ke sekolah jalan kaki. Kalian keren. Bu Guru banyak belajar dari kalian. #fyp #sahabat #teman #bahagia #terharu #bikinharu #kebumen #viral #guruasik #gurutiktok #belajarasik #merdekabelajar🇮🇩 #kemendikbud #kurikulummerdeka #indonesia #anakindonesia #genz #AAALASPARATUCURRO ♬ Bounce When She Walk - Ohboyprince

Dihubungi CNA, Sri Haryati yang mengunggah video tersebut mengatakan peristiwa itu terjadi di SMA 1 Karangayar, Kebumen, Jawa Tengah. Para siswa itu adalah pelajar kelas X-10 di sekolah tersebut, dan Sri adalah guru bahasa Indonesia sekaligus wali kelas mereka.

Video itu memicu haru di antara para netizen. Sebagian besar mengatakan video itu mengagumkan karena menunjukkan solidaritas antara para siswa di tengah maraknya kasus bullying di sekolah.

"Ini sih keren, no bully, support dari teman. Mudah-mudahan semakin banyak jiwa anak-anak seperti kalian ini," ujar salah satu komentar.

"Teman-teman sekelasnya keren semua. Beruntung banget dek Romsi sekelas sama orang-orang baik, positif," ujar komentar lainnya.

Sri mengatakan murid-muridnya memutuskan untuk patungan membelikan sepeda setelah seorang temannya mengantarkan pulang. Ternyata rumah Romsi jauh sekali dari sekolah. 

"Rumahnya di atas gunung, 4 kilometer dari sekolah," kata Sri dalam perbincangan dengan CNA.

Romsi yang tidak memiliki kendaraan harus menghabiskan waktu hampir satu jam untuk berjalan kaki dari rumah ke sekolahnya. Akibatnya, dia sering telat masuk ke kelas.

Sri mengatakan, ayah Romsi adalah buruh tani berusia 70 tahun, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi mereka tidak memungkinkan untuk membeli kendaraan.

Romsi setelah mendapatkan sepeda berfoto bersama teman-temannya. (dok. Sri Haryati)

"Akhirnya ketua kelas berinisiatif mengajak iuran dengan persetujuan wali kelas dan wali siswa," kata Sri.

"Terkumpul dana Rp900 ribu. Untuk beli sepeda baru masih kurang, akhirnya dibelikan sepeda bekas," lanjut dia.

Sepeda tersebut akhirnya diberikan kepada Romsi pada 2 September lalu di halaman sekolah. Senyuman tak bisa lepas dari wajah Romsi ketika dia menaiki sepeda baru dari sahabat-sahabatnya itu.

"Saya senang dan terharu. Saya berterima kasih atas sepeda yang dibelikan ini," kata Romsi kepada CNA.

Dengan sepeda itu, Romsi mengaku tidak lagi telat ke sekolah. Namun karena rumahnya di atas gunung, sepeda itu tidak bisa dibawanya sampai ke rumah. 

"Sepedanya saya taruh di warung di kaki gunung," kata Romsi.

Sri mengatakan bahwa selama ini dia berusaha membangun lingkungan yang positif di antara murid-muridnya. Hal inilah yang menumbuhkan rasa peduli para siswa terhadap kawannya yang membutuhkan.

"Dari awal saya masuk, saya menekankan bahwa kita semua dipertemukan sebagai sebuah keluarga di dalam kelas," ujar Sri.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini. 

Source: CNA/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan