Skip to main content
Iklan

Indonesia

Keuangan orang Indonesia tertekan hebat, pinjol jadi andalan, ini sebabnya

Gen Z dilaporkan mulai mengurangi belanja kebutuhan dasar seperti layanan kesehatan dan kebutuhan pokok.

Keuangan orang Indonesia tertekan hebat, pinjol jadi andalan, ini sebabnya
Ilustrasi menghitung pengeluaran. (Foto: iStock/Doucefleur)

JAKARTA: Tekanan ekonomi makin dirasakan masyarakat Indonesia.

Survei terbaru YouGov Indonesia menunjukkan bahwa meningkatnya biaya hidup dalam 12 bulan terakhir menjadi tantangan utama bagi konsumen di Tanah Air, sementara pendapatan mayoritas rumah tangga stagnan.

Survei ini melibatkan 2.067 responden berusia di atas 18 tahun yang memiliki riwayat pinjaman dalam satu tahun terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 50 persen responden mengalami kenaikan pengeluaran, terutama untuk kebutuhan pokok (34 persen), pendidikan (25 persen), dan tabungan (24 persen).

Menurut General Manager YouGov Indonesia, Edward Hutasoit, tekanan ekonomi dirasakan lintas generasi — mulai dari Gen X, milenial, hingga Gen Z. Namun karakter pengeluarannya berbeda.

“Gen Z lebih banyak menghabiskan untuk personal care, belanja pakaian, dan makan di luar,” jelas Edward dalam briefing daring, Kamis (19/6).

PENGELUARAN MENINGKAT, PINJAMAN BERTAMBAH

Kenaikan pengeluaran membuat semua generasi memangkas biaya di berbagai pos.

Gen Z misalnya, mulai mengurangi belanja kebutuhan dasar seperti layanan kesehatan dan kebutuhan pokok.

Sementara milenial dan Gen X cenderung memangkas pengeluaran konsumtif untuk hiburan (19 persen), makan di luar (23 persen), dan liburan internasional.

Kondisi ini mendorong masyarakat mencari solusi jangka pendek, salah satunya dengan menambah pinjaman. Sebanyak 36 persen responden mengaku meningkatkan jumlah pinjaman di platform pinjaman online (pinjol). Sisanya, 40 persen merasa pinjamannya tetap, dan 24 persen mengaku menguranginya

Layanan paylater juga mengalami tren serupa di mana 27 persen responden meningkatkan pinjamannya, 50 persen tetap, dan 23 persen menurunkannya.

Di sektor perbankan, 28 persen responden mencatat peningkatan nilai pinjaman.

Dari sisi preferensi, Gen X dan milenial cenderung meminjam ke teman atau keluarga, sementara Gen Z lebih memilih layanan keuangan digital seperti kartu kredit.

Meski pinjaman meningkat, mayoritas responden merasa mampu mengelola kewajibannya. Sebanyak 70 persen mengaku bisa membayar pinjaman tepat waktu, sementara 20 persen mengaku masih terlambat membayar dan 10 persen hanya bisa melunasi setengah dari jumlah pinjaman.

Yang menarik, dalam tekanan ini, optimisme masyarakat tetap tinggi. Sebanyak 68 persen responden memandang positif kondisi keuangan ke depan, dengan optimisme paling kuat berada di kelompok usia 35–44 tahun (72 persen). Bahkan kelompok usia termuda (18–24 tahun) juga masih menunjukkan keyakinan positif sebesar 65 persen.

Temuan ini sejalan dengan Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) yang mencatat indeks keyakinan konsumen pada Mei 2025 sebesar 117,5, menandakan tingkat optimisme yang masih kuat di tengah tekanan ekonomi.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan