Skip to main content
Iklan

Indonesia

Ketika Prabowo blak-blakan hanya akan maju nyapres jika dapat restu Jokowi

Prabowo dua kali kalah dari Jokowi dalam pemilu presiden, sebelum akhirnya bergabung sebagai menteri pertahanan.

Ketika Prabowo blak-blakan hanya akan maju nyapres jika dapat restu Jokowi

Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri Rapat Pimpinan TNI-Polri (Rapim) 2024 pada 28 Februari 2024. di Mabes TNI. (CNA/Danang Wisanggeni)

JAKARTA: Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan terang-terangan mengungkapkan bahwa dia hanya akan maju menjadi calon presiden pada pemilu Februari jika mendapatkan restu dari Joko Widodo. 

Dikutip dari berbagai media lokal, Prabowo yang menang dalam pemilu 14 Februari dengan perolehan 58 persen suara mengaku keputusan untuk menjadi capres adalah berkat Presiden Jokowi.

"Waktu saya ditanya, saya mau maju atau tidak 2024 ini, saya terang-terangan mengatakan 'saya maju apabila saya direstui dan didukung oleh Pak Joko Widodo'," kata Prabowo dalam acara halal bi halal di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Minggu (28/4).

Tahun ini adalah yang ketiga kalinya Prabowo menjadi calon presiden dalam pemilu di Indonesia. Sebelumnya dia telah dua kali dikalahkan oleh Jokowi dalam pemilu 2014 dan 2019. 

Pada Oktober 2019, Prabowo bergabung dengan pemerintahan Jokowi sebagai menteri pertahanan. Di hadapan warga NU, Prabowo mengatakan tidak pikir panjang ketika ditawari posisi menhan tersebut oleh Jokowi.

"Begitu beliau mengajak saya, saya kira, saya berpikirnya itu mungkin hanya setengah jam dan saya mengatakan saya gabung,” kata Prabowo.

"Saya bergabung dengan penuh kesadaran, bahwa tantangan yang dihadapi bangsa kita tidak semakin mudah dan sederhana," lanjut dia.

Menurut Prabowo, restu Jokowi baginya sangat penting karena Indonesia butuh keberlanjutan dan komitmen agar pemerintahan yang baru nanti dapat memberikan kemajuan bagi negara.

Tema utama dalam berbagai kampanye Prabowo memang soal melanjutkan kebijakan pemerintahan Jokowi, salah satunya yang paling ambisius adalah pemindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN di Kalimantan. 

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin NU itu, Prabowo mengatakan akan terus menjaga seluruh kemajuan pembangunan dan investasi publik di pemerintahan saat ini, sambil melakukan peningkatan di sektor kebijakan.

Dua calon presiden Indonesia lainnya, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, menuding kemenangan Prabowo adalah berkat campur tangan Jokowi. Keduanya mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi mendesak dilakukannya pemilu ulang karena dugaan kecurangan, salah satunya pelanggaran etika dalam penunjukkan Gibran Rakabuming Raka - putra sulung Jokowi - untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo.

Setelah melalui serangkaian sidang yang menghadirkan beberapa saksi dan ahli, pada 22 April lalu Mahkamah Konstitusi Indonesia akhirnya menolak gugatan tersebut.  

Prabowo dalam pidatonya di PBNU mengaku bahwa Jokowi telah benar-benar mempersiapkan dirinya untuk meneruskan kepemimpinan.

"Beliau seorang yang sangat teliti, mungkin karena itu saya kalah dua kali sama beliau ... Sampai sekarang pun saya disiapkan benar-benar," kata Prabowo disusul gelak tawa hadirin.

Prabowo mengatakan bahwa Jokowi telah mengatur berbagai pertemuan untuk dirinya, termasuk memerintahkan dia berkunjung ke China dan Jepang baru-baru ini.

"Sekarang saya diperintahkan untuk ke Timur Tengah," kata Prabowo.

Prabowo dan Gibran akan diambil sumpahnya pada 20 Oktober mendatang. Sementara itu, Prabowo mengatakan bahwa saat ini dia tengah mempersiapkan diri untuk memimpin Indonesia.

"Masa ini kami gunakan sebaik-baiknya untuk menyiapkan diri. Kami belajar masalah, kami kumpulkan para pakar, kami diskusi dengan semua unsur, kami kemudian akan merumuskan langkah-langkah sehingga tidak ada waktu yang terbuang," kata Prabowo.

Source: CNA/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan