Skip to main content
Iklan

Indonesia

Kerusuhan reda, Gubernur Pramono pastikan Jakarta sudah normal dan terkendali

Pramono memuji semangat gotong royong warga, RT, RW, dan tokoh masyarakat dalam menjaga kampung masing-masing yang membuat Jakarta bisa cepat pulih.

Kerusuhan reda, Gubernur Pramono pastikan Jakarta sudah normal dan terkendali
Sebuah mobil dibakar di dekat markas Brimob Polri di Kwitang, Jakarta, 29 Agustus 2025. (Foto: CNA/Ridhwan Siregar)

JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kondisi Ibu Kota telah kembali normal usai kerusuhan yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) dalam aksi demo beberapa hari terakhir.

“Saya ingin menunjukkan kepada publik bahwa Jakarta sekarang sudah normal kembali. Ini yang penting,” ujar Pramono dikutip Kompas.com dalam acara di Universitas Jakarta Internasional (UNIJI), Slipi, Jakarta Barat, Selasa (2/9).

Pramono mengakui banyak pihak melarang kegiatan Car Free Day (CFD) pada Minggu lalu lantaran situasi dianggap belum kondusif. Namun, ia tetap mengizinkan CFD berlangsung demi memulihkan kepercayaan masyarakat.

“CFD tetap kita gelar agar masyarakat melihat langsung bahwa Jakarta aman,” tegasnya.

SEMANGAT JAGA JAKARTA

Pramono menyoroti gerakan “Jaga Jakarta” yang muncul sebagai respons masyarakat. Menurutnya, semangat gotong royong warga, RT, RW, dan tokoh masyarakat dalam menjaga kampung masing-masing membuat Jakarta bisa cepat pulih.

“Gerakan ini menginspirasi banyak daerah lain di Indonesia. Ada jaga Surabaya, jaga Kediri, bahkan jaga Indonesia,” jelasnya.

Pramono juga memastikan seluruh moda transportasi publik milik Pemprov DKI sudah kembali beroperasi sejak Senin (1/9).

Layanan Transjakarta, MRT, LRT, hingga Mikrotrans berjalan normal meski sejumlah halte masih rusak akibat pembakaran dan vandalisme. Sebagai bentuk dukungan kepada warga, Pemprov DKI menggratiskan semua layanan transportasi tersebut hingga 8 September 2025.

Tercatat, sebanyak 22 halte Transjakarta mengalami kerusakan dalam kerusuhan. Pramono menargetkan seluruh perbaikan selesai pada 8 September.

“Saya beri batas waktu sampai 8 September. Semuanya harus sudah normal kembali, termasuk halte Senen yang mengalami kerusakan berat,” katanya.

Pramono mengungkapkan dirinya sempat berkeliling Jakarta menggunakan sepeda tanpa pengawalan resmi pada Sabtu pagi untuk melihat langsung situasi pascakerusuhan.

Ia menyebut masih melihat beberapa titik terbakar, termasuk pos polisi dan gerbang tol Semanggi. Namun ia bersyukur, berkat kerja keras aparat dan kebersamaan warga, kondisi Ibu Kota bisa pulih lebih cepat.

“Hampir semua orang kaget, kok Jakarta sudah kelihatan normal kemarin, apalagi hari ini. Inilah kekuatan kebersamaan warga Jakarta,” pungkasnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan