Skip to main content
Iklan

Indonesia

Kertajati bangun dari mati suri, akan dijadikan bengkel Hercules untuk Asia

Bandara di Majalengka itu selama ini sepi penerbangan reguler dan lebih sering melayani rute Singapura serta jemaah haji.

Kertajati bangun dari mati suri, akan dijadikan bengkel Hercules untuk Asia

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. (Tangkapan Layar Website bijb.co.id)

JAKARTA: Bandara Kertajati yang selama ini sepi penumpang disiapkan menjadi pusat perawatan pesawat Hercules se-Asia setelah mendapat tawaran kerja sama dari Amerika Serikat.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkap Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui tawaran Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pemeliharaan pesawat angkut militer C-130 Hercules di kawasan Asia.

Sjafrie menyampaikan hal tersebut dalam rapat bersama Komisi I DPR pada Selasa (19/5).

Menurut dia, Prabowo bahkan langsung menunjuk Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, sebagai lokasi yang disiapkan untuk proyek tersebut.

“Dia (Pete Hegseth) menawarkan, dan ini tidak ada di negara ASEAN. Dia menawarkan, bagaimana kalau pemeliharaan C-130 di seluruh Asia, saya pusatkan di Indonesia atas biaya kami,” ujar Sjafrie, dikutip Rabu (20/5).

“Saya tidak bisa jawab langsung. Saya lapor Bapak Presiden, [kata presiden] kasih Kertajati. Kita sedang bekerja untuk itu,” lanjutnya.

Jika terealisasi, Bandara Kertajati nantinya akan menjadi pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat Hercules untuk kawasan Asia.

KERTAJATI SELAMA INI SEPI AKTIVITAS PENERBANGAN

Bandara Kertajati selama ini dikenal sepi aktivitas penerbangan reguler. Saat ini, bandara tersebut hanya melayani satu rute internasional menuju Singapura melalui maskapai Scoot dengan jadwal dua kali seminggu.

Bandara itu juga lebih sering digunakan sebagai lokasi embarkasi dan debarkasi jemaah haji Jawa Barat.

Salah satu kendala utama pengembangan Kertajati selama ini ialah minimnya konektivitas transportasi menuju bandara. Lokasinya di Majalengka, sekitar 100 kilometer dari Bandung, membuat akses menuju kawasan tersebut dinilai kurang praktis bagi banyak penumpang.

Padahal, Bandara Kertajati dibangun dengan skala besar dan fasilitas modern. Kawasan bandara memiliki luas sekitar 1.800 hektar, terminal penumpang seluas 121.000 meter persegi, serta landasan pacu sepanjang 3.000 meter.

Kertajati bahkan dirancang untuk melayani hingga 29 juta penumpang per tahun pada 2032.

Rencana menjadikan Kertajati sebagai pusat MRO sebenarnya sudah sempat disampaikan sebelumnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Oktober tahun lalu menyebut pemerintah ingin mengembangkan bandara tersebut menjadi pusat perawatan pesawat dan Aerospace Park.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait juga membenarkan adanya rencana pengembangan kawasan Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules di Asia.

“Terkait pernyataan Bapak Menhan tersebut, saat ini memang terdapat rencana untuk menyiapkan kawasan Bandara Kertajati sebagai salah satu pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) pesawat C-130/Hercules di kawasan Asia,” ungkap Rico kepada Kompas.com, Rabu (20/5).

Menurut Rico, pemilihan Kertajati mempertimbangkan luas lahan yang tersedia serta fasilitas penerbangan yang dinilai memadai.

Ia menyebut pengembangan kawasan tersebut akan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri pertahanan dan dukungan logistik penerbangan nasional.

Indonesia sendiri telah lama mengoperasikan pesawat Hercules untuk kebutuhan logistik militer, pengangkutan pasukan, hingga misi kemanusiaan dan operasi non-perang.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia juga mendatangkan armada C-130J Super Hercules untuk memperkuat kemampuan angkut TNI AU.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan