Skip to main content
Iklan

Indonesia

Kereta Cepat Whoosh akan diperpanjang ke Surabaya? Ini bocorannya

Ada peluang menyambungkan Whoosh ke Yogyakarta terlebih dahulu sebelum ke Surabaya.

Kereta Cepat Whoosh akan diperpanjang ke Surabaya? Ini bocorannya
Kereta cepat pertama Indonesia melintas di Stasiun Tegalluar di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Foto: CNA/Danang Wisanggeni)
26 Dec 2024 11:20AM (Diperbarui: 26 Dec 2024 02:30PM)

JAKARTA: Isu perpanjangan Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung ke Surabaya terus bergulir.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan proyek berskala besar ini memerlukan perhitungan yang matang dan cermat sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.

“Masih kita hitung, masih kita pelajari. Tapi dalam hal ini, proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya benar-benar membutuhkan perhitungan yang cermat,” ujarnya dilansir dari Liputan 6 di Stasiun Whoosh Halim, Jakarta, Rabu (25/12).

AHY juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) untuk memastikan perencanaan yang matang dan komprehensif dalam proyek tersebut.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung sendiri baru saja meresmikan pembukaan Stasiun Karawang pada 24 Desember.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi, menyatakan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya saat ini masih berada dalam tahap pra-studi.

Menurutnya, belum ada kepastian mengenai kapan pembangunan proyek ini akan dimulai.

“Kita masih pra-studi, semuanya masih dibahas oleh semua stakeholder,” kata Dwiyana.

Wacana proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya pertama kali muncul pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Awal tahun ini, KCIC sempat menyatakan bahwa perencanaan pembangunan lanjutan kereta cepat hingga ke Surabaya tengah digodok.

Dwiyana sebelumnya membeberkan bahwa ada peluang untuk membangun jalur kereta cepat secara bertahap, dengan Yogyakarta sebagai tujuan awal sebelum akhirnya mencapai Surabaya.

“Ada kemungkinan begitu (sampai Yogyakarta lebih dulu). Kalau sampai Surabaya masalahnya waktu dan biaya, kenapa tidak mulai dari Yogya?” ungkapnya bulan Januari lalu.

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Suntana, turut menyoroti perkembangan proyek ini.

Menurutnya, studi kelayakan atau feasibility study masih terus berjalan dan memerlukan evaluasi mendalam.

“Kita masih dalam tahap pengkajian. Prinsipnya, kalau ini memudahkan dan membuat transportasi lebih murah dan nyaman, kenapa tidak? Tapi semua butuh proses evaluasi,” sebut Suntana bulan lalu.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, diketahui telah menawarkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya kepada Asian Infrastructure and Investment Bank (AIIB) sebagai bagian dari upaya mencari dukungan pendanaan untuk kelanjutan proyek ini.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan