Skip to main content
Iklan

Indonesia

Keracunan belum reda, BGN keukeuh tolak hentikan MBG, apa alasannya?

Sejumlah wali murid menolak anak mereka mengonsumsi MBG.

Keracunan belum reda, BGN keukeuh tolak hentikan MBG, apa alasannya?
Menu makanan dan minuman Makan Bergizi Gratis Indonesia (Facebook/Husnul Fitriana)
02 Oct 2025 03:30PM (Diperbarui: 02 Oct 2025 04:25PM)

JAKARTA: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan pemerintah akan tetap melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski menghadapi gelombang penolakan dari sejumlah wali murid hingga aksi protes di jalan.

Dadan menilai jutaan anak Indonesia masih membutuhkan intervensi gizi seimbang, sehingga program MBG tetap dianggap penting untuk dijalankan. Namun, ia berjanji akan memperbaiki tata kelola agar kasus keracunan massal yang terjadi di berbagai daerah tidak terulang.

“Ya begini, karena ini banyak ke anak yang sebetulnya membutuhkan intervensi pemenuhan gizi dengan menu seimbang,” bela Dadan dilansir Kompas.com di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10).

Ia memastikan, “Insyaallah (MBG tetap jalan).”

Dadan menegaskan distribusi MBG adalah hak penerima manfaat. 

“Hak anak-anak yang membutuhkan asupan gizi itu harus dipenuhi,” katanya.

Menanggapi kasus keracunan massal, Dadan berjanji memperbaiki tata kelola MBG.

“Kita akan perbaiki tata kelolanya sebaik mungkin, sehingga apa yang diberikan oleh pemerintah itu aman untuk dikonsumsi,” sambungnya.

Dadan hadir ke DPR RI untuk mengikuti rapat kerja Komisi IX bersama Menteri Kesehatan, Kepala BPOM, dan Kepala BKKBN. 

Dalam rapat tersebut, anggota DPR meminta penjelasan detail terkait kasus keracunan, termasuk mempertanyakan beban dapur MBG yang harus menyiapkan 3.000 porsi per hari.

RAMAI PENOLAKAN 

Sejumlah wali murid menyatakan menolak anak mereka mengonsumsi MBG setelah maraknya kasus keracunan. Bahkan, aksi unjuk rasa digelar para ibu-ibu di depan Istana Negara dan di Yogyakarta.

Mereka membawa serta alat dapur yang dipukul sebagai simbol protes terhadap program pemerintah tersebut.

Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia (JPPI) juga meminta program MBG dihentikan. Ari, perwakilan JPPI, menyebut kasus keracunan yang menyebar di berbagai daerah bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan persoalan sistem di tubuh BGN.

“Tolong wakilkan kami untuk sampaikan ini kepada ke Pak Prabowo. Pertama, hentikan program MBG sekarang juga. Ini bukan kesalahan teknis, tapi kesalahan sistem di BGN karena kejadiannya menyebar di berbagai daerah,” kritik Ari dalam rapat.

Ia menambahkan, “Jadi jangan jadikan anak itu dari target-target program politik yang akhirnya malah menyampingkan keselamatan anak dan tumbuh kembang anak.”

 

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan