Skip to main content
Hamburger Menu
Close
Edisi:
Navigasi ke edisi CNA lainnya di sini.

Iklan

Indonesia

Manfaatkan peluang Singapura tutup lapangan, Indonesia siap genjot pariwisata golf

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan peluang membangun pariwisata golf, atau golf tourism, paling besar berada di Kepulauan Riau (Kepri).

Manfaatkan peluang Singapura tutup lapangan, Indonesia siap genjot pariwisata golf
Menparekraf Sandiaga Uno (kiri) baru saja membuka The Batam Golf Challenge di SouthLinks Country Club pada Sabtu (29/6). (Foto: Dok. Kemenparekraf)
08 Jul 2024 07:29PM (Diperbarui: 08 Jul 2024 07:31PM)

Indonesia bersiap untuk meningkatkan pariwisata golf menyusul penutupan sejumlah lapangan golf Singapura lantaran terbatasnya lahan. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan peluang membangun pariwisata golf, atau golf tourism, paling besar berada di Kepulauan Riau (Kepri), karena sudah ada 10 golf course di sana, dan akan dibangun sejumlah lainnya.

"Kami mendorong golf tourism karena di Singapura semakin mahal, tidak terjangkau," kata Sandiaga dalam program press Weekly Brief with Sandiuno, Senin (1/7) di kantor Kemenparekraf. 

Dari tiga lapangan, Singapura yang memiliki lahan terbatas kini hanya punya satu-satunya lapangan golf publik, yakni lapangan dengan 9 lubang. 

Pada Minggu (30/6), lapangan golf publik dengan kapasitas 18 lubang di Singapura ditutup, dan para pengamat memperkirakan akan semakin banyak lapangan golf yang akan ditutup di Negeri Singa itu.

Sandiaga Uno sendiri baru saja membuka The Batam Golf Challenge di SouthLinks Country Club pada Sabtu (29/6).

Ia optimistis pelaksanaan The Batam Golf Challenge di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menjadi penanda Kepulauan Riau sebagai salah satu destinasi wisata olahraga di Indonesia, khususnya golf.

Menparekraf Sandiaga mengatakan Kepulauan Riau memiliki fasilitas pendukung yang memadai untuk menjadi destinasi wisata golf di Indonesia.

Sandiaga menjelaskan bahwa saat ini ada 3 golf course di Kabupaten Bintan, dan ada satu pembangunan lagi, sehingga totalnya akan ada 4 golf course

Sementara di Kota Batam, sudah ada 7 golf course, dan ada rencana untuk menambah lebih banyak golf course di masa depan.

"Ini merupakan destinasi pariwisata golf yang sangat bagus dan terbanyak di Indonesia," katanya, dikutip dari siaran pers Kemenparekraf. 

Sandiaga Uno menekankan Kepri dekat sekali dari Singapura. Para pegolf yang tertarik dari Singapura dapat mengakses Kepri hanya menggunakan ferry. 

Selain itu, Sandiaga juga menyebutkan Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya yang sudah memiliki banyak golf course. 

"Kita sudah petakan di setiap destinasi wisata super prioritas kita ingin dorong juga," ujarnya. 

Sandiaga menyatakan bahwa "wisata golf sudah ada di Bali, dan akan kita kembangkan juga di Danau Toba, Borobudur dan mungkin di Mandalika, serta di Likupang [Provinsi Sulawesi Utara] sudah ada," katanya. 

Menurut siaran pers Kemenparekraf pada Maret 2022, kementerian ini mendorong pengembangan 25 lapangan golf baru di 5 Destinasi Super Prioritas (DSP) sampai tahun 2025.  

"Kami dorong minimal 5 lapangan golf berstandar internasional. Karena golf memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif. Kita punya lapangan golf yang bagus-bagus, keramahtamahan dan pelayanan menjadi modal yang diunggulkan buat wisatawan atau pemain golf itu sendiri," kata Sandiaga Uno pada Maret 2022. 

Industri golf di Indonesia telah diuntungkan oleh lonjakan popularitas olahraga ini, dengan tingkat partisipasi masyarakat Indonesia yang melonjak 20 persen sejak pandemi COVID-19 pada tahun 2020, 

Ketua Bidang Hubungan Internasional Persatuan Golf Indonesia (PGI) Bernardino Moningka Vega, menurut laporan Jakarta Post, mengungkapkan bahwa industri golf di Indonesia diuntungkan oleh popularitas golf yang melonjak belakangan ini.

Sejak pandemi COVID-19 pada tahun 2020, tingkat partisipasi masyarakat Indonesia dalam bermain golf melonjak 20 persen. 

Pembatasan pandemi terhadap aktivitas di luar ruangan secara tidak sengaja telah mendorong golf ke permukaan, kata Bernardino, karena golf tetap menjadi salah satu dari sedikit pilihan rekreasi yang tersedia pada saat itu.

Berdasarkan dari data pembelian di toko golf, kata dia, jumlah pegolf di Indonesia sudah mencapai sekitar 170 ribu orang dari jumlah sebelumnya sekitar 50 ribu orang, menurut laporan Antara.

Menurut laporan CNBC Indonesia, Indonesia memiliki 170 lapangan golf pada tahun 2022, tertinggal dari negara-negara tetangga termasuk Malaysia (244), Thailand (319), dan India (296). 

Wisata golf di Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan pasar yang luas dan belum dimanfaatkan di Indonesia untuk wisata golf, yang menghadirkan peluang signifikan untuk pertumbuhan dan pengembangan dalam industri ini.

Menurut Komisaris Utama Intra GolfLink Resorts (IGR) Darma Mangkuluhur Hutomo, wisatawan yang datang untuk bermain golf di Indonesia hanya sekitar 250 ribu per tahun.

Padahal Thailand kedatangan 6 juta orang per tahun, dan Vietnam 1,5 juta wisatawan per tahun. Oleh karena itu, Darma menyebut Indonesia perlu mengoptimalkan sektor ini demi meningkatkan pariwisata.

"Sekarang Thailand dengan 6 juta orang datang ke Thailand secara tahunan untuk wisata golf. Vietnam 1,5 juta, Malaysia 500 ribu. Indonesia sekarang cuma 250 ribu orang datang ke Indonesia untuk golf tourism. Kita ketinggalan jauh dari negara-negara Asia Tenggara lainnya," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 19 Juni 2024, dikutip dari laporan Detik.

Jumlah pemain golf yang terus bertambah setiap tahun dan semakin langkanya lahan di banyak negara di Asia akan "menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk mempromosikan lapangan golf yang masih terjangkau," menurut Bernardino. 

Untuk menjembatani kesenjangan ini, Bernardino menyarankan agar asosiasi golf berkolaborasi dengan rekan-rekannya di Asia Tenggara untuk mempromosikan wisata golf di kawasan ini dan memfasilitasi wisata golf lintas negara.

"Program saya mengarah ke sana. Kami juga bisa berkolaborasi dengan maskapai penerbangan regional seperti AirAsia atau Singapore Airlines untuk menggabungkan jadwal penerbangan dengan tur golf," katanya.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan

Iklan