Keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mendadak mundur dari DPR, ada apa?
Sara (39) adalah anak kedua dari pasangan Hashim Djojohadikusumo dan Anie Hashim.
JAKARTA: Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengumumkan pengunduran dirinya dari parlemen. Keputusan tersebut disampaikan langsung melalui sebuah video berdurasi enam menit yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @rahayusaraswati, pada Rabu (10/9).
“Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada Fraksi Partai Gerindra,” ujarnya.
Keputusan itu mengejutkan publik, mengingat Sara—sapaan akrabnya—merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto sekaligus menjabat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.
MUNDUR USAI PERNYATAAN LAMA MENUAI KRITIK
Sara menjelaskan langkahnya mundur diambil setelah potongan pernyataannya dalam sebuah podcast lama pada Februari 2025 kembali viral dan menimbulkan kontroversi pada pertengahan Agustus lalu.
Video yang awalnya merupakan wawancara eksklusif Antara TV Indonesia berjudul ”Rahayu Saraswati Kupas Isu Perempuan hingga Kolaborasi Ekonomi Kreatif” berdurasi 42 menit dipotong menjadi dua menit yang kemudian ramai dikritik warganet.
Dalam potongan itu, Sara mengajak generasi muda untuk lebih berani berwirausaha dan tidak bergantung pada pemerintah dalam mencari pekerjaan. Namun, penyampaian kalimatnya dianggap menyinggung anak muda yang sedang berjuang merintis usaha.
“Cukup panjang sebenarnya. Dua menit lebih yang dijadikan beberapa kalimat oleh pihak-pihak yang ingin menyulutkan api amarah masyarakat,” katanya.
Sara menyatakan dirinya merupakan bagian generasi milenial yang memiliki pandangan untuk tidak bersandar pada sektor pekerjaan yang sudah melalui masa otomasi.
Menurutnya, terdapat banyak sektor yang bisa digarap anak muda misal kuliner, fashion, multimedia, supaya tidak hanya bersandar pada sektor padat karya.
“Jangan hanya bersandar, karena kalau masih bersandar kepada sektor-sektor padat karya dan bersandar kepada pemerintah untuk provide the jobs, kita masih di zaman kolonial berarti, yang di mana kita bersandar kepada si raja, dan si ratu, dan si priayi untuk kasih kita kerjaan. No, kita sudah move on dari situ,” sarannya.
Ia menegaskan tidak ada niat merendahkan masyarakat, namun tetap mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf.
“Kesalahan sepenuhnya ada di saya. Oleh sebab itu, melalui pesan ini, saya ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
Meski telah menyatakan mundur, Sara berharap masih dapat menyelesaikan satu tugas legislasi terakhir, yaitu pembahasan dan pengesahan RUU Kepariwisataan di Komisi VII DPR.
Ia juga berkomitmen menyalurkan sisa dana dapil untuk bantuan alat kesehatan, pelatihan kewirausahaan, serta pemberdayaan pemuda di wilayah yang diwakilinya.
“Perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik tidak harus dari kursi di dapil. Selama ada ketidakadilan, selama ada rakyat yang belum bisa bersenyum, kita masih harus berjuang tiada akhir,” tegasnya.
Selain itu, ia berjanji akan tetap melanjutkan advokasi isu-isu penting seperti perdagangan manusia, krisis iklim, energi terbarukan, dan keterwakilan perempuan melalui organisasi yang ia pimpin di luar parlemen.
Menindaklanjuti langkah Sara, Fraksi Gerindra di DPR RI memutuskan untuk menonaktifkan posisinya.
JEJAK KARIER POLITIK SARA
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau Sara (39) adalah anak kedua dari pasangan Hashim Djojohadikusumo dan Anie Hashim.
Dilansir dari Tempo, Ia berasal dari keluarga politik kuat: ayahnya Hashim merupakan adik kandung Presiden Prabowo Subianto, sekaligus salah satu pendiri Partai Gerindra. Sara sendiri menjabat sebagai wakil ketua umum partai.
Sara pertama kali lolos ke Senayan pada Pemilu 2014 dari Dapil Jawa Tengah IV dan duduk di Komisi VIII DPR hingga 2019. Pada Pemilu 2019 ia gagal kembali ke DPR, namun tetap aktif di dunia politik.
Pada Pilkada 2020, Sara maju sebagai calon wakil wali kota Tangerang Selatan berpasangan dengan Muhamad dari PDIP, namun kalah dalam pemilihan.
Di Pemilu 2024, ia kembali berhasil melenggang ke DPR RI dari Dapil Jakarta III (Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu), lalu dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi VII DPR yang membidangi energi, riset, dan teknologi.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.