Skip to main content
Iklan

Indonesia

5 calon manajer meninggal, latihan militer Kopdes Merah Putih dikurangi

Materi taktis dan teknis militer dikurangi setelah evaluasi, sementara intensitas fisik disesuaikan untuk peserta dari kalangan sipil.

5 calon manajer meninggal, latihan militer Kopdes Merah Putih dikurangi

Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). (Dok. Setjen Infohan Kemhan)

JAKARTA: Kementerian Pertahanan merombak materi pendidikan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dengan menghapus sejumlah kegiatan bercorak militer, termasuk latihan menembak, menyusul meninggalnya lima peserta.

Perubahan tersebut juga diikuti dengan pergantian nama program dari latihan dasar militer (latsarmil) menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan berbagai kegiatan taktis dan teknis militer telah dikurangi sebagai bagian dari hasil evaluasi.

Menurut dia, latihan menembak tidak lagi menjadi bagian dari program pembekalan bagi calon manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP).

Selain itu, intensitas kegiatan fisik juga disesuaikan dengan latar belakang peserta yang berasal dari kalangan sipil.

“Perlu kami sampaikan bahwa dokumentasi atau liputan terkait kegiatan menembak yang banyak beredar di media massa dan media sosial tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada minggu lalu, sebelum adanya evaluasi terbaru terhadap pelaksanaan program,” kata Rico, dikutip Okezone, Selasa (30/6).

“Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial, bukan latsarmil lagi,” lanjutnya.

FOKUS PADA DISIPLIN DAN MANAJERIAL

Rico mengatakan evaluasi tersebut dilakukan untuk menyesuaikan pendekatan pelatihan dengan kebutuhan para peserta.

Menurut dia, materi pembekalan kini difokuskan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, serta wawasan kebangsaan.

Program tersebut menjadi sorotan setelah lima calon manajer Kopdes Merah Putih dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti rangkaian pendidikan.

Mereka adalah Yonanda Muhammad Taufiq yang meninggal pada 17 Juni 2026, Anisa Muyassaroh pada 18 Juni, Novia Rahmadhani Sihotang pada 22 Juni, serta Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dan Nola Dya Sari yang meninggal pada 26 Juni 2026. Di antara penyebab kematian mereka adalah henti jantung dan heat stroke atau serangan panas.

Secara terpisah, Ketua DPR Puan Maharani menilai pelatihan bagi calon manajer Kopdes Merah Putih seharusnya lebih difokuskan pada aspek manajerial.

“Memang rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih fokus pada manajerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan yang sesuai diharapkan,” kata Puan, dikutip Kompas.com.

Puan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan