Skip to main content
Iklan

Indonesia

Kelas 5 SD hingga SMA dipastikan mulai belajar AI dan coding tahun ajaran baru

Kurikulum baru diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya melek digital, tapi juga berkesalehan digital

JAKARTA: Pemerintah Indonesia mengambil langkah besar dalam reformasi pendidikan dengan memasukkan pelajaran coding dan Artificial Intelligence (AI) ke dalam kurikulum nasional sebagai mata pelajaran pilihan mulai tahun ajaran 2025/2026.

Adapun rencana ini telah digulirkan sebelumnya pada bulan Februari lalu.

Rencana ini diumumkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam sambutannya saat membuka Tular Nalar Summit 2025 di MMTC Yogyakarta, Kamis (26/6).

“Mulai semester Ganjil tahun 2025/2026, Kemendikdasmen akan mengajarkan coding dan kecerdasan artificial sebagai mata pelajaran pilihan dari kelas 5 SD sampai tingkat SMP dan SLTA,” ujar Mu’ti melalui video conference.

Mu’ti menyebut kebijakan ini sebagai respon konkret pemerintah terhadap era digitalisasi yang kian masif. Menurutnya, peserta didik tidak hanya perlu dibekali keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman etis dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi.

“Coding dan AI bukan hanya soal teknik, tapi juga soal nilai. Kita ingin anak-anak memahami teknologi sekaligus memiliki kesadaran moral saat menggunakannya,” tegasnya dikutip Tirto.

Kurikulum baru ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya melek digital, tapi juga berkesalehan digital—yakni generasi yang menggunakan teknologi dengan niat dan cara yang baik, bukan untuk menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian.

Dalam era banjir informasi, Mu’ti menekankan pentingnya literasi digital yang bertanggung jawab. Ia menyebut banyak tantangan sosial yang muncul akibat penyalahgunaan media digital, seperti disinformasi dan polarisasi opini publik.

“Literasi digital itu bukan hanya soal tahu cara pakai gadget, tapi juga tentang bagaimana menyaring dan menelaah informasi secara kritis,” katanya.

Mendikdasmen yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah turut mengapresiasi Tular Nalar Summit 2025 sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat sipil untuk mendorong transformasi digital yang inklusif dan beretika.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan