Pria korban ATR 42-500 teridentifikasi: Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan
Istri almarhum, Vera, tak kuasa menahan tangis saat menerima peti jenazah.
Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan pangkat Penata Muda Tingkat I, menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 maskapai Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (TikTok)
MAKASSAR: Identitas jenazah pria korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 maskapai Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, akhirnya terungkap.
Korban dipastikan bernama Deden Maulana, salah satu penumpang dalam penerbangan nahas tersebut.
Berdasarkan data manifes, Deden Maulana merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan pangkat Penata Muda Tingkat I. Ia menjabat sebagai Pengelola Barang Milik Negara.
Deden menjadi korban kedua yang berhasil teridentifikasi setelah pramugari Florencia Lolita Wibisono.
Jenazah almarhum diterima pihak keluarga pada Rabu (21/1).
Istri Deden, Vera, diwartakan Kumparan tampak tak kuasa menahan tangis saat menerima berkas hasil pemeriksaan dari Kasubdit Dokpol Biddokkes Polda Sulsel AKBP Elvis J. Tangannya terlihat gemetar ketika proses serah terima dilakukan.
Jenazah Deden Maulana dijadwalkan diterbangkan ke Jakarta pada Kamis pagi sekitar pukul 06.25 WITA menggunakan salah satu maskapai penerbangan. Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jalan Mesir II, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
KESULITAN DALAM PROSES IDENTIFIKASI
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel mengakui sempat mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi jenazah Deden.
Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr. Muh Haris menjelaskan kondisi jenazah telah mengalami pembengkakan.
“Kondisi (mayat), sudah bengkak,” kata Haris.
Dengan kondisi tersebut, tim DVI harus melakukan pemeriksaan intensif, termasuk pengambilan sampel DNA, yang memerlukan waktu lebih lama. Proses identifikasi baru dapat dipastikan setelah seluruh data antemortem dan postmortem dicocokkan.
Jenazah Deden ditemukan pertama kali oleh tim SAR pada Minggu (18/1) siang di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
Pada hari yang sama, tim SAR gabungan sempat berupaya melakukan evakuasi. Namun medan terjal dan cuaca ekstrem membuat proses tersebut tidak memungkinkan.
Evakuasi baru berhasil dilakukan setelah tiga hari. Deden akhirnya dievakuasi menggunakan helikopter ke Lanud Sultan Hasanuddin pada Rabu (21/1) pagi, sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi lanjutan.
Di hari yang sama, Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah lain yang diduga merupakan korban ketiga.
Kepala Basarnas Marsda Mohammad Syafii menyampaikan korban ketiga ditemukan sekitar pukul 12.30 WITA. Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung dan identitas korban belum dapat dipastikan, termasuk jenis kelaminnya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.