6 jenazah pesawat nahas ATR 42-500 kembali ditemukan, kondisi sudah membengkak
Keenam jenazah ditemukan dalam radius sekitar 50 meter dari lokasi korban yang ditemukan pertama kali.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.(Dok. BPBD Pangkep)
MAKASSAR: Hasil pencarian korban pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport yang jatuh di Gunung Bulusaraung menunjukkan perkembangan signifikan pada hari keenam operasi.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan enam jenazah dalam satu area pencarian pada Kamis (22/1).
Dengan temuan terbaru tersebut, total korban yang berhasil ditemukan kini berjumlah delapan orang, ditambah satu potongan tulang lengan.
Dua korban yang sebelumnya telah teridentifikasi adalah ASN Kementerian Kelautan dan Perikanan Deden Maulana serta pramugari Florencia Lolita Wibisono.
Pesawat ATR 42-500 diketahui mengangkut 10 orang yang terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang.
Peningkatan jumlah temuan ini disebut sebagai hasil perubahan strategi operasi di lapangan.
Tim SAR menerapkan sistem pergerakan selama tiga hari di medan pencarian untuk menjangkau area yang lebih luas. Selain itu, pembagian wilayah pencarian ke dalam delapan sektor dengan kode warna turut mempermudah pemetaan dan koordinasi di medan ekstrem.
Temuan enam jenazah tersebut dilaporkan sekitar pukul 09.30 WITA oleh tim pencari yang bergerak di sektor selatan gunung.
TANTANGAN EVAKUASI
Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi menyampaikan seluruh jenazah ditemukan di lokasi yang saling berdekatan.
“Apa yang kita upayakan pencarian ini, Alhamdulillah hari ini hari keenam (operasi SAR), kita bisa menemukan enam jenazah yang berdekatan lokasinya,” kata Dody diwartakan Kompas TV.
Ia menjelaskan keenam jenazah ditemukan dalam radius sekitar 50 meter dari lokasi korban yang ditemukan pertama kali, atau sekitar 250 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
Menurut Dody, kondisi jenazah saat ditemukan telah mengalami pembengkakan akibat berada di lokasi selama enam hari.
“Dilaporkan kondisinya membesar, sehingga sulit tim yang di depan mengenali. Kondisi jenazah sudah membengkak,” ucapnya.
Ketika ditanya mengenai jenis kelamin korban, Dody menyebut tim di lapangan belum dapat memastikan identitas maupun jenis kelamin keenam jenazah tersebut.
Ia menegaskan fokus utama Tim SAR gabungan adalah menemukan dan mengevakuasi korban.
“Kita penting ada titik jenazah di situ dilaporkan oleh tim depan, selanjutnya kita memikirkan bagaimana evakuasi. Nanti ada bagiannya yang mengidentifikasi,” katanya.
Dody menambahkan keenam jenazah yang ditemukan akan segera dievakuasi. Lokasi penemuan berada di medan curam dan jurang sehingga membutuhkan teknik khusus.
Tim rescue telah disiagakan di puncak gunung untuk melakukan evakuasi menggunakan metode vertical rescue dengan teknik jet ring, sebagaimana digunakan pada proses evakuasi korban sebelumnya.
Seluruh personel rescue disiapkan untuk mengangkat jenazah satu per satu menuju titik aman.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.