Skip to main content
Iklan

Indonesia

13 tewas, kronologi kecelakaan maut Gran Max Tol Jakarta-Cikampek KM 58

Kecelakaan di tengah puncak arus mudik itu melibatkan tiga kendaraan yaitu mobil Daihatsu Gran Max, mobil Daihatsu Terios, dan bus Primajasa.

13 tewas, kronologi kecelakaan maut Gran Max Tol Jakarta-Cikampek KM 58
Kecelakaan lalu lintas tewaskan 13 orang di Tol Jakarta-Cikampek KM 58. (TikTok/dayurosi90)
09 Apr 2024 10:20AM (Diperbarui: 12 Apr 2024 02:58PM)

JAKARTA: Kecelakaan maut yang merenggut nyawa 13 orang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek KM 58, Karawang, Jawa Barat, Senin pagi (8 April) pukul 07.04 WIB.

Satu orang menurut laporan Kompas.com mengalami luka berat dan satu korban lain luka ringan.

Insiden yang terjadi di tengah kepadatan puncak arus mudik itu melibatkan tiga kendaraan yaitu mobil Daihatsu Gran Max bernomor polisi B 1635 BKT, mobil Daihatsu Terios bernomor polisi E 1399 MF, dan bus Primajasa bernomor polisi B 7655 TGD

Mobil Grand Max yang hangus terbakar itu tercatat di STNK atas nama Yanti Setyawan Budidarma. Namun pada saat dilakukan penelusuran, nama tersebut tidak sesuai dengan alamat yang tertera di STNK.

KRONOLOGI

Kecelakaan bermula ketika mobil Gran Max yang melaju dari Jakarta menuju Cikampek melalui lajur contraflow Tol Jakarta-Cikampek KM 58.

Jalur contraflow ini sedang diimplementasikan sebagai rekayasa jalur untuk mengurangi kemacetan arus mudik.

Gran Max itu disebut mengalami masalah dan ingin menepi ke bahu jalan sebelah kanan.

Saat Gran Max menyeberang masuk ke lajur yang berlawanan arah, mobil itu menghantam bus Primajasa dari arah Cikampek yang tidak bisa menghindar.

Usai terjadi benturan hebat itu, sebuah mobil Terios melintas dan mencoba menghindar. Nahas, mobil itu terlambat berhenti dan justru ikut menabrak Gran Max.

Gran Max dan Terios hangus terbakar akibat kecelakaan itu. Sementara itu bus Primajasa mengalami kerusakan pada bagian depan.

Kecelakaan dahsyat itu juga menyebabkan pembatas jalan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) penyok.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan mengatakan hasil evakuasi menunjukkan 13 korban meninggal dunia karena luka bakar di sekujur tubuh.

Posisi korban menurut Kepala Unit SAR Karawang Daniel Nasution dikutip Tribunnews terjepit bagian mobil, sehingga pihaknya bersama Damkar Kabupaten Karawang melakukan pemotongan sejumlah bagian mobil.

Mereka diidentifikasi semuanya adalah penumpang mobil Gran Max.

Sopir bus Primajasa mengalami luka berat dan satu korban dari Terios mengalami luka ringan.

Aan melanjutkan Gran Max nahas itu diduga dalam kondisi overload atau kelebihan muatan.

Menurutnya, kendaraan jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) seperti Gran Max sejatinya hanya mampu mengangkut delapan orang penumpang saja.

Sejauh ini dua identitas korban yang telah berhasil diidentifikasi bernama Aisya Hasna, perempuan, umur 19 tahun dan Rizki Prastya, laki-laki, umur 22 tahun.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan