Skip to main content
Iklan

Indonesia

Kebakaran TPA Jatiwaringin meluas hingga 15 hektare, Tangerang tetapkan tanggap darurat

BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman, sementara puluhan warga mengungsi akibat paparan asap.

Kebakaran TPA Jatiwaringin meluas hingga 15 hektare, Tangerang tetapkan tanggap darurat

Para pemulung mencari barang yang masih bisa dimanfaatkan di antara tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, Bekasi, Indonesia. (Foto: CNA/Ridhwan Siregar)

TANGERANG: Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat menyusul kebakaran yang terus meluas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Hingga Rabu (1/7), luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektar, sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dua helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman.

Kebakaran yang terjadi sejak Selasa (30/6) tersebut masih sulit dikendalikan karena material yang terbakar didominasi sampah serta bahan yang mudah terbakar. Kondisi cuaca panas dan embusan angin kencang membuat api terus menyebar ke berbagai arah.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, peningkatan status dari siaga menjadi tanggap darurat diputuskan setelah pemerintah daerah mengevaluasi perkembangan kebakaran bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta instansi terkait.

"Kita tetapkan bahwa ini sudah masuk kategori darurat. Karena ini menyangkut masalah kesehatan masyarakat, menyangkut juga risiko daripada api yang terus menjalar begitu kita tetapkan," kata Maesyal Rasyid dikutip dari Antara, Rabu (1/7).

Menurut dia, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, antara lain, meluasnya area kebakaran, bertambahnya titik api, prakiraan musim kemarau, kemampuan personel penanganan, serta dampak yang mulai dirasakan masyarakat.

"Ini menjadi pertimbangan karena dampak pastinya ada asap. Asap ini terbawa oleh angin dan dekat sekali ke permukiman," ujarnya.

HELIKOPETER WATER BOMBING DIKERAHKAN

Merespons kondisi tersebut, Kepala BNPB Suharyanto menginstruksikan jajarannya segera melakukan asesmen lanjutan di lokasi sekaligus memperkuat operasi pemadaman bersama pemerintah daerah.

"Upayakan segera dipadamkan," ujar Suharyanto seperti dilaporkan Kompas.id, Rabu (1/7).

Berdasarkan hasil asesmen sementara, petugas menghadapi kendala karena titik api berada di tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu sehingga sulit dijangkau dari darat. Situasi diperparah oleh angin kencang dan cuaca panas yang mempercepat penyebaran api.

Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing dan membuka kemungkinan operasi modifikasi cuaca apabila diperlukan.

"Kami datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca," tegas Suharyanto.

Salah satu helikopter yang diterjunkan merupakan MI-8AMT berkapasitas angkut air hingga 4.000 liter yang terbang dari Jambi menuju Tangerang. Di darat, proses pemadaman dilakukan oleh 10 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi dengan fokus membatasi penyebaran api pada area yang masih dapat dijangkau.

PULUHAN WARGA MENGUNGSI

Dampak kebakaran mulai dirasakan warga di sekitar lokasi. Pemerintah Kabupaten Tangerang mencatat, sedikitnya 30 kepala keluarga telah mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar akibat paparan asap. Antara melaporkan, jumlah pengungsi mencapai 52 jiwa, sedangkan data yang disampaikan Bupati Tangerang kepada Kompas menyebut 62 jiwa berasal dari RW 13 dan RW 14 Desa Tanjakan Mekar.

Pemerintah daerah juga menyiagakan layanan kesehatan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan serta membagikan masker untuk mengurangi dampak paparan asap.

Maesyal mengatakan, arah sebaran asap terus berubah sehingga pemerintah masih memetakan wilayah yang berpotensi terdampak dan kemungkinan adanya tambahan warga yang harus dievakuasi.

"Kami sedang melakukan pemetaan daerah mana saja yang terdampak termasuk kemungkinan akan adanya warga yang diungsikan," katanya.

Menurut Maesyal, kebakaran dipicu kondisi cuaca panas pada musim kemarau yang diperburuk embusan angin kencang.

"Angin kencang membuat titik api terus bertambah," ujarnya.

Ia menjelaskan, api sempat terkendali pada Selasa malam dan hanya menyisakan dua titik api di bagian utara timbunan sampah. Namun, angin kencang kembali memicu penyebaran api hingga meluas pada Rabu siang.

Sementara itu, BNPB memastikan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih berjalan normal meski lokasi kebakaran berjarak sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu. Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak semakin meluas dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat maupun sektor strategis lainnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ar(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan