Skip to main content
Iklan

Indonesia

Kebakaran Kemayoran: 100 rumah dilalap api, 1.800 jiwa terdampak

Api diduga berasal dari percikan api di rumah seorang pengepul rongsokan sampah plastik.

Kebakaran Kemayoran: 100 rumah dilalap api, 1.800 jiwa terdampak

Kebakaran di Kemayoran, Jakarta (Tangkapan layar: X/Khatulistiwa Indonesia, andiart)

10 Dec 2024 03:21PM (Diperbarui: 10 Dec 2024 07:49PM)

JAKARTA: Lebih dari 100 rumah yang dihuni 1.800 jiwa dari 600 keluarga terdampak kebakaran hebat di permukiman padat penduduk di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa siang (10/12).

"Sementara ini masih dalam proses pendinginan maupun proses penyelidikan dari Polsek Kemayoran, terdata sementara ini jumlah dari rumah itu dari RW 5 ini 4 RT. Jadi sekitar 100-an rumah," kata Kapolsek Kemayoran Agung Ardiansyah kepada wartawan, dikutip dari laporan Detik.

Agung mengatakan, selain rumah warga, beberapa kios pedagang ikut terbakar.

Agung juga memastikan tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa kebakaran yang terjadi.

Dugaan awal polisi, api bersumber dari kebocoran gas. Namun, pihak kepolisian bersama pemadam kebakaran (damkar) masih memastikan hal tersebut.

"Ya informasinya seperti itu, nanti kami perdalam lagi," tutur Agung.

Sementara menurut damkar, kebakaran diduga berasal dari rumah seorang pengepul rongsokan sampah plastik berinisial J.

"Kebakaran di kawasan Kemayoran ini diduga dari rumah Pak J yang bekerja sebagai pengumpul rongsokan plastik," kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat Asril Rizal saat dihubungi kantor berita Antara.

Kebakaran tersebut berawal dari adanya percikan api dari rumah J yang kemudian dengan cepat membesar dan membakar seluruh bagian bangunan semi permanen yang ada di kawasan tersebut.

"Pak J sedang tidur, kemudian terbangun sudah dikepung asap tebal. Dia melompat menyelamatkan diri dan minta tolong kepada tetangga. Namun api cepat membesar serta merambat ke kanan kiri yang lokasinya padat penduduk rumah semi permanen," jelas Asril.

2 POSKO PENGUNGSIAN DEKAT TKP

Ketua RW 05, Kelurahan Kebon Kosong, Julianto saat ditemui Kompas di lokasi kebakaran menjabarkan jumlah penduduk yang terdampak.

"Sekitar 600 KK kalau hitungan sementara, sementara ada 1.800 jiwa (terdampak kebakaran)," ucapnya.

Julianto mengatakan korban kebakaran akan ditempatkan di dua lokasi pengungsian yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

"Tadi saya sudah berbincang dengan Pak Camat, Pak Lurah, Alhamdulillah ada dua posko, di SD 09, yang kedua ada Tanah Lapang di samping apartemen," ungkapnya.

PROSES PEMADAMAN

Tidak kurang dari 32 unit mobil damkar dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

"Sebanyak 32 unit gabungan (30 unit Jakarta Pusat dan 2 unit Jakarta Utara), serta 128 personel dikerahkan dalam peristiwa ini," kata akun Pemadam Jakarta di media sosial X pada sekitar pukul 15.30 WIB.

"Pukul 14.10 WIB, api berhasil dilokalisir oleh petugas. Kemudian, pada 15.00 WIB operasi pemadaman masuk ke tahap pendinginan untuk mengurai material yang mudah terbakar agar tidak menyisakan api maupun asap."

Sebelumnya, Asril menyebut pihaknya menerima informasi kebakaran pada sekitar pukul 12.30 WIB.

"Situasi merah (perambatan memungkinkan). Kita mendapatkan kabar 12.25 WIB dan waktu tiba 12.32 WIB, lalu 12.33 WIB mulai operasi," ujar Asril, dikutip dari laporan kantor berita Antara.

Hingga Selasa petang belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan serangkaian bangunan rumah yang dilalap si jago merah, sementara asap hitam pekat membumbung tinggi di udara.

Kerumunan warga dan pengendara sepeda motor pun terlihat di sekitar daerah kebakaran.

Menurut pantauan Detik, warga di Jalan Kebon Kosong menutup jalan dengan kursi kayu.

Beberapa warga juga menghalau pengendara yang ingin melintas di dekat lokasi kebakaran.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/jt

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan