Kapolsek Pati Kota luka parah dikeroyok massa demo Bupati Sudewo
Pukulan dan tendangan dilayangkan ke arah tubuh Iptu Heru Purnomo, membuatnya tampak lemas dan terseok-seok.
PATI: Kapolsek Pati Kota, Iptu Heru Purnomo, menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati setelah mengalami luka-luka serius saat mengamankan aksi unjuk rasa besar yang menuntut Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya.
Kabiddokkes Polda Jateng, Kombes Pol. drg. Agustinus M.H.T, menjelaskan bahwa dari 12 anggota polisi yang sempat dirawat, kini hanya Kapolsek Pati Kota yang masih menjalani rawat inap.
“Sekarang yang dirawat inap tinggal satu, Pak Kapolsek Kota Pati,” sebutnya dalam keterangan video kepada detikJateng, Rabu (13/8).
Agustinus mengatakan Heru mengalami benturan di kepala hingga merasa pusing dan kini tengah menjalani pemeriksaan CT scan.
JADI BULAN-BULANAN KEMARAHAN WARGA
Rekaman video yang viral beredar di media sosial menunjukkan Iptu Heru diserang massa di depan pendopo atau Kantor Bupati Pati.
Puluhan orang terlihat melayangkan pukulan dan tendangan ke arah tubuh Kapolsek tersebut, membuatnya tampak lemas dan terseok-seok.
Menurut laporan Suara.com, Heru mengalami luka parah di kepala yang diduga akibat hantaman benda tumpul, hingga harus mendapat beberapa jahitan. Iptu Heru menjabat sebagai Kapolsek Pati Kota sejak 1 Agustus 2022.
Selain Kapolsek, bentrokan dalam demo tersebut juga menyebabkan belasan anggota kepolisian lain mengalami luka-luka. Agustinus menambahkan, lima warga sipil dirawat di rumah sakit, sementara isu adanya korban meninggal dunia dipastikan tidak benar.
Sebelumnya sempat dilaporkan ada 2 korban jiwa alam aksi demonstrasi dahsyat yang mengguncang Bumi Mina Tani.
“Untuk masyarakat umum yang dirawat ada lima orang. Kemudian yang diisukan wartawan meninggal, baik-baik saja, hanya sesak,” jelasnya.
Aksi yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu ini merupakan puncak protes atas rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen. Meskipun kebijakan tersebut sudah dibatalkan oleh Bupati Sudewo pada 8 Agustus, kemarahan publik tak mereda.
Ribuan pendemo menggeruduk Kantor Bupati Pati, menduduki Gedung DPRD Kabupaten Pati dan meneriakkan tuntutan agar Sudewo mundur atau lengser dari jabatannya. Amuk massa memicu kericuhan besar di jantung Kabupaten Pati termasuk insiden pelemparan sandal kepada bupati berusia 56 tahun itu.
Sudewo sendiri dengan tegas bersikukuh menyatakan tidak akan mengundurkan diri walau DPRD telah menggulirkan proses politik untuk memakzulkannya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.