Kapolsek Kemayoran terluka saat membantu evakuasi kebakaran gedung Terra Drone
Kapolsek Kemayoran kini menjalani operasi di RS Islam akibat terluka ketika kaca besar dari lantai atas tiba-tiba runtuh saat evakuasi berlangsung.
Petugas pemadam kebakaran berdiri di dekat gedung tujuh lantai Terra Drone yang rusak akibat kebakaran, di Jakarta, Indonesia, 9 Desember 2025. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
JAKARTA: Kebakaran di gedung atau ruko Terra Drone yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (9/12) tidak hanya menelan korban jiwa tetapi juga melukai aparat yang terlibat dalam proses penyelamatan.
Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, menjadi salah satu korban saat membantu evakuasi di tengah kepulan asap dan panas yang masih menyelimuti bangunan.
Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Budi Prasetya, menjelaskan bahwa luka yang dialami Agung dipicu oleh pecahan kaca besar yang jatuh dari lantai atas ketika petugas pemadam kebakaran berusaha memecah kaca ruko demi memperlancar proses evakuasi.
"Kapolsek Kemayoran tangannya robek terkena kaca yang jatuh dari atas saat proses evakuasi," ujar Budi di lokasi kejadian, dikutip dari Media Indonesia.
Ia menambahkan bahwa serpihan itu meluncur tiba-tiba dan menghantam area di mana para petugas, termasuk Agung, tengah bergerak melakukan penyelamatan.
"Tangan Kapolsek robek akibat hantaman kaca yang meluncur dari atas saat evakuasi," sambungnya.
Budi mengatakan bahwa Agung saat itu sedang berupaya melindungi petugas lain yang berada di bawah titik jatuhnya kaca. Namun upaya tersebut berujung pada cedera ketika pecahan tajam mengenai lengannya.
"Beliau sekarang sedang menjalani operasi di RS Islam," ucap Budi, menurut laporan Metro TV News.
Ia menambahkan, "Yang jelas bagian tangan, tapi saya kurang tahu persis tangan sebelah mana."
Sementara proses evakuasi terus berlangsung, jumlah korban jiwa yang ditemukan juga meningkat.
Lurah Cempaka Baru, Rahmat H, menyebutkan bahwa pencarian di dalam ruko masih dilakukan hingga kedalaman lokasi kebakaran. Dalam keterangannya kepada media, Rahmat mengatakan bahwa jumlah jenazah yang telah dievakuasi mencapai angka yang signifikan.
"Jumlahnya sudah lebih dari 10 orang. Petugas masih terus menyisir bagian dalam," tuturnya dalam laporan awal.
Dalam perkembangan selanjutnya, jumlah jenazah yang berhasil dievakuasi mencapai 22 orang.
Rahmat menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari ledakan baterai drone di lantai satu yang dipicu korsleting listrik. Ledakan terjadi saat jam istirahat, sehingga banyak pegawai berada di area kerja.
"Kebakarannya di lantai 1 terus merambat hingga ke atas. Dan beberapa pegawai lari ke atas hingga terjebak," ujar Rahmat.
Ia menambahkan bahwa api yang muncul sejak lantai pertama dengan cepat menjalar ke lantai atas, membuat sejumlah pekerja kesulitan keluar dari gedung.
Rahmat menegaskan kembali penyebab awal tersebut: "Api dari lantai satu merambat ke atas. Beberapa pegawai berusaha menyelamatkan diri ke lantai atas, tapi justru terjebak."
Dalam berbagai video yang beredar, terlihat api berkobar dari lantai dasar dan merambat ke atas, asap tebal mengepul. Menurut petugas pemadam, sebagian besar korban tewas berada di area tangga lantai 3 dan 5.
Para korban yang diduga tewas karena kehabisan napas di tengah asap tebal dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.
Gedung itu dimiliki oleh Terra Drone Indonesia yang merupakan perusahaan jasa kendaraan nirawak atau drone untuk survei udara pada aplikasi industri.
Sampai berita ini diturunkan, tim pemadam masih menyisir lokasi untuk mencari korban lainnya.