Skip to main content
Iklan

Indonesia

Muhammadiyah Lebaran 31 Maret 2025, serentak dengan pemerintah?

Kapan pastinya Lebaran 2025 akan dirayakan di Indonesia? Simak prediksi pakar BRIN dan Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta sikap Nahdlatul Ulama terkait penetapan Idul Fitri 2025. 

Muhammadiyah Lebaran 31 Maret 2025, serentak dengan pemerintah?

Petugas melakukan pengamatan bulan baru (hilal) kalender Islam di Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah. (Foto: iStock/Dhana Kencana)

26 Mar 2025 09:36AM (Diperbarui: 26 Mar 2025 09:44AM)

JAKARTA: Menjelang akhir Ramadan, penetapan awal Syawal kini menjadi perhatian publik. Pada tahun-tahun sebelumnya, penetapan awal Syawal kerap kali berbeda antara Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah. Untuk tahun 2025, apakah Idul Fitri akan dirayakan serentak?

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir, telah menetapkan 1 Syawal 1446 H atau Idul Fitri 2025 jatuh pada 31 Maret 2025 berdasarkan perhitungan hisab hakiki wujudul hilal. 

"Beberapa lagi insyaallah kita kaum Muslimin akan merayakan Idul Fitri yang jatuh pada 31 Maret 2025," ujarnya dalam acara Silaturahmi Ramadan di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (25/3), dikutip dari Kumparan.  

Haedar juga berharap penetapan ini bisa berbarengan dengan pemerintah, meski tetap menghormati perbedaan yang mungkin terjadi.

Sementara itu, pemerintah masih menunggu penetapan 1 Syawal atau Idul Fitri 2025 berdasarkan hasil sidang isbat yang akan digelar pada 29 Maret 2025. 

Namun, pada awal Maret lalu, Menteri Agama Nasaruddin Umar memperkirakan bahwa Idul Fitri tahun ini kemungkinan besar akan jatuh pada 31 Maret 2025. 

"Lebaran kita diprediksi tanggal 31 Maret 2025," ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/3), dikutip dari Kompas. 

Prediksi ini didukung oleh perhitungan astronomi yang menunjukkan bahwa ketinggian hilal pada 29 Maret 2025 masih di bawah ufuk di berbagai wilayah Indonesia, menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaludin, menyatakan bahwa posisi bulan pada saat maghrib tanggal 29 Maret 2025 tidak memenuhi kriteria kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura (MABIMS) yang digunakan oleh pemerintah dan NU. 

"Pada saat maghrib 29 Maret posisi Bulan di Indonesia di bawah ufuk. Artinya, tidak memenuhi kriteria MABIMS yang digunakan Pemerintah dan ormas-ormas Islam serta tidak memenuhi kriteria Wujudul Hilal yang digunakan Muhammadiyah," jelasnya kepada CNN Indonesia, Selasa (18/3). 

Dengan demikian, menurut Thomas, Idul Fitri diperkirakan akan dirayakan bersama pada 31 Maret 2025.

Sementara itu, NU masih menunggu hasil rukyatul hilal pada 29 Maret 2025. 

Jika hilal terlihat, maka Idul Fitri jatuh pada 31 Maret. Namun, jika tidak, maka puasa digenapkan menjadi 30 hari, dan Idul Fitri akan jatuh pada 1 April 2025. 

Dengan adanya perbedaan metode ini, kepastian tanggal Lebaran baru akan diumumkan resmi setelah sidang isbat pemerintah.

Terlepas dari perbedaan metode penentuan awal Syawal, makna Idul Fitri tetap menjadi momen kebahagiaan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. 

"Meskipun begitu, tetap harus kembali pada esensinya bahwa puasa itu menjadikan Muslim untuk lebih bertakwa," kata Haedar Nasir. 

Dengan prediksi perayaan serentak, diharapkan suasana kebersamaan dalam menyambut hari kemenangan semakin terasa di tengah masyarakat.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan