Kabut asap karhutla pekat, udara Kalteng-Kalsel berbahaya dan langit bak planet Mars
KLH meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan setelah kualitas udara mencapai level berbahaya. Jarak pandang di Kalimantan Tengah turun hingga 500 meter.
Kabut asap pekat kekuningan menyelimuti wilayah sekitar Pos Lapangan Siaga Karhutla Pulang Pisau, Kecamatan Jabieren, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Selatan, Senin (21/9/2026) pukul 14.00 WIB. (BNPB)
JAKARTA: Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat langit di Kalimantan Tengah terlihat oranye dengan jarak pandang hanya sekitar 500 meter. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melaporkan kualitas udara di provinsi tersebut bersama Kalimantan Selatan telah mencapai kategori berbahaya pada Selasa (22/9), sehingga warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara KLH Edward Nixon Pakpahan mengatakan kondisi tersebut tercatat berdasarkan pemantauan hingga pukul 14.00 WIB.
"Untuk Provinsi Kalimantan Tengah dan juga Kalimantan Selatan per hari ini pukul 14.00 WIB, itu terlaporkan pada posisi berbahaya," jelas Edward dalam konferensi pers daring melalui YouTube Kemenko Polkam.
Selain kedua provinsi tersebut, KLH memberikan perhatian khusus terhadap lima wilayah lain yang terdampak karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.
Secara keseluruhan, kualitas udara di tujuh provinsi yang dipantau berada pada kategori tidak sehat, sangat tidak sehat, hingga berbahaya.
"Per hari ini, 22 September pukul 14.00 WIB, dapat kami laporkan, di 7 provinsi tersebut, Riau sampai dengan Kalimantan Timur, semuanya atau mayoritas berada pada status tidak sehat, kemudian sangat tidak sehat, bahkan berbahaya," ujarnya.
BERDIAM DI RUMAH
Mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemaran Udara, KLH mengimbau masyarakat di wilayah dengan kualitas udara kategori berbahaya untuk lebih banyak berada di dalam ruangan.
"Menurut Permen LH Nomor 14 Tahun 2020, kalau sudah pada status kualitas udara berbahaya (hitam), maka arahan kita, permohonan kita adalah saudara-saudara kita di lokasi terdampak dengan kualitas udara berbahaya atau hitam agar tidak melakukan aktivitas di luar ruangan. Upayakan untuk lebih intensif berada di dalam ruangan," kata Edward.
Di Kalimantan Tengah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan asap pekat masih menyelimuti wilayah hingga membatasi jarak pandang menjadi sekitar 500 meter.
Kondisi tersebut juga mengubah tampilan langit menjadi oranye. Sejumlah warganet bahkan menyebut pemandangannya menyerupai suasana Planet Mars, dilaporkan Kompas.
Dewi, 47, warga Palangka Raya, mengatakan warna langit biasanya terlihat semakin pekat menjelang sore.
”Kemarin, pemandangan di sini terlihat oranye. Hari ini juga sepertinya akan terjadi hal yang sama. Biasanya, semakin sore akan berubah semakin oranye. Mungkin karena sinar matahari sore terpendar dengan kabut asap,” tuturnya, Selasa (22/9).
Kabut asap tebal juga terasa di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terutama pada pagi hari hingga membuat sinar matahari terlihat berwarna lembayung.
Asap berangsur berkurang setelah siang karena tertiup angin dan baru menipis pada sore hari.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.