Skip to main content
Iklan

Indonesia

Kabut asap lumpuhkan Jambi, dua pesawat gagal mendarat di Bandara Sultan Thaha

Batik Air dialihkan ke Batam dan Super Air Jet ke Palembang setelah jarak pandang turun menjadi 1.000 meter. Penerbangan kembali normal setelah kondisi membaik.

Kabut asap lumpuhkan Jambi, dua pesawat gagal mendarat di Bandara Sultan Thaha

Foto udara menunjukkan kawasan permukiman di sepanjang Sungai Musi yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan di Palembang, Sumatra Selatan, Indonesia, 11 Agustus 2026. (Reuters/Abriansyah Liberto)

JAMBI: Kabut asap tebal mengganggu penerbangan di Bandara Sultan Thaha Saifuddin, Jambi, setelah jarak pandang anjlok hingga sekitar 1.000 meter pada Minggu (23/8). Dua pesawat dari Jakarta gagal mendarat sesuai rencana dan terpaksa dialihkan ke Batam dan Palembang.

Dua penerbangan tersebut adalah Batik Air ID6804 dan Super Air Jet IU842. Batik Air dialihkan menuju Batam, sementara Super Air Jet diarahkan mendarat di Palembang.

General Manager PT Angkasa Pura Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi Ardon Marbun dikutip Kompas.com membenarkan pengalihan pendaratan dua pesawat yang dijadwalkan tiba pada Minggu pagi.

Kondisi di bandara sebelumnya masih memungkinkan penerbangan beroperasi dengan jarak pandang sekitar 5.000 meter pada pukul 09.30 WIB.

Namun, situasi memburuk dengan cepat. Hanya dalam waktu sekitar satu jam, jarak pandang menyusut menjadi 1.000 meter pada pukul 10.30 WIB dan bertahan hingga sekitar pukul 11.30 WIB.

Setelah kabut asap berkurang dan jarak pandang kembali membaik, aktivitas penerbangan mulai normal. Pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta dapat mendarat di Jambi pada pukul 13.44 WIB.

Gangguan penerbangan terjadi ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda sejumlah wilayah Jambi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, luas lahan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 19 Agustus 2026 mencapai 658,29 hektare.

"Total luas terbakar sejak Januari 2026 658,29 hektare," kata Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah, Senin (24/8).

Dari keseluruhan wilayah terdampak, kebakaran terluas tercatat di Kabupaten Muaro Jambi dengan luas mencapai 264,78 hektare.

Ribuan titik panas atau hotspot juga terpantau tersebar di sejumlah wilayah.

Dampak kabut asap mulai dirasakan masyarakat. Aroma asap yang pekat mengganggu aktivitas, sementara Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Jambi telah berada dalam kategori tidak sehat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kabut asap yang mencapai Kota Jambi dan wilayah timur provinsi tersebut tidak seluruhnya berasal dari kebakaran lokal.

Sebagian asap merupakan kiriman dari Sumatera Selatan dan Lampung, sementara karhutla juga masih terjadi di wilayah Jambi sendiri.

Jambi termasuk dalam enam provinsi yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai prioritas penanganan karhutla bersama Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara, termasuk patroli, operasi modifikasi cuaca, serta pemadaman menggunakan helikopter untuk melakukan water bombing.

Presiden Prabowo Subianto juga tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, pada Senin (24/8) untuk meninjau langsung penanganan karhutla dan memastikan operasi dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan